Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Randuputih Dringu di Probolinggo Bangun Jembatan untuk Akses Menuju Tempat Pelelangan Ikan

Achmad Arianto • Rabu, 12 November 2025 | 13:35 WIB
POTENSI DESA: Perangkat Desa Randuputih melintasi dermaga wisata di RT 6/RW 2, Dusun Krajan.
POTENSI DESA: Perangkat Desa Randuputih melintasi dermaga wisata di RT 6/RW 2, Dusun Krajan.

BERADA di wilayah pesisir membuat Pemerintah Desa Randuputih, Kecamatan Dringu lebih bijak menggunakan anggaran keuangan desa.

Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana direalisasikan secara berkelanjutan.

Desa Randuputih merupakan kawasan pesisir memiliki potensi cukup baik di bidang perikanan dan wisata pantai.

Hal ini cukup menjanjikan sebab menjadi salah satu sumber pendapatan warga desa.

Pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan warga dari sektor perikanan dan wisata.

Pj. Kepala Desa Randuputih Yogi Irwan Pamungkas menyebutkan, lancarnya perputaran ekonomi warga tidak lepas dari baiknya kondisi infrastruktur, sarana dan prasarana.

Pemerintah desa telah melaksanakan pembangunan jembatan di RT 7/RW 3, Dusun Pesisir bervolume panjang 7,2 meter dan lebar 1,2 meter.

Jembatan ini menjadi salah satu sasaran pembangunan karena sebelumnya jembatan telah rusak.

Rusaknya jembatan dikarenakan usianya sudah tua dan sering dilintasi oleh kendaraan bermuatan berat baik roda dua maupun roda empat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Sebelum jembatan dibangun, kendaraan tidak bisa menjangkau TPI. Sehingga kendaraan yang dibawa harus diparkir di luar TPI. Namun saat ini kondisinya sudah kokoh sehingga kendaraan bermuatan ikan bisa lebih leluasa keluar masuk TPI.

“Pembangunan jembatan kami lakukan karena sudah rusak. Jembatan ini menjadi akses utama ke TPI,” katanya.

Pemerintah desa juga berupaya menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata pantai yang dimiliki desa.

Karenanya pasca tempat wisata terkena banjir rob yang merusak wisata, pemerintah desa mulai memperbaiki dan memperbaiki wisata pantai yang ada.

Menggunakan dana BK Provinsi (Desa Berdaya) pemerintah desa merealisasikan pembangunan dermaga wisata di RT 6/RW 2, Dusun Krajan.

Bangunan ini memiliki panjang 41 meter dan lebar 1,3 meter. Berkonstruksi kayu dan beton. Menjadi salah satu sarana wisata yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menikmati pemandangan laut.

Pada ujung dermaga juga terdapat sebuah gazebo yang dapat digunakan untuk bersantai.

“Desa memiliki potensi wisata pantai. Bertahap kami kembangkan. Namun saat mulai dirintis kena banjir rob. Sehingga beberapa fasilitas rusak sehingga perlu diperbaiki,” tandasnya. 

DIKERUK: Sebuah ekskavator melakukan normalisasi sungai di RT 6/RW 2, Dusun Krajan sampai RT 7/RW 3, Dusun Pesisir.
DIKERUK: Sebuah ekskavator melakukan normalisasi sungai di RT 6/RW 2, Dusun Krajan sampai RT 7/RW 3, Dusun Pesisir.
 

Cegah Banjir dengan Normalisasi Sungai

Pemerintah Desa Randuputih juga memperhatikan kondisi lingkungan. Wilayah desa dilintasi sebuah sungai yang berujung muara.

Sungai ini sering membawa sedimen dan sampah yang dibawa dari hulu. Kondisi demikian membuat sungai lambat laun menjadi lebih dangkal.

Sehingga tidak dapat menampung debit air secara normal dan tiap kali musim hujan sangat berpotensi terjadi banjir.

“Ada pendangkalan sungai. Sebagai mitigasi risiko bencana banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi maka kami lakukan normalisasi,” kata Pj. Kepala Desa Randuputih Yogi Irwan Pamungkas.

Normalisasi sungai tersebut dilaksanakan di RT 6/RW 2, Dusun Krajan sampai RT 7/RW 3, Dusun Pesisir.

Menggunakan alat berat ekskavator normalisasi dilakukan secara bertahap dengan sasaran normalisasi sepanjang 75 meter hingga muara sungai.

Normalisasi dilakukan dengan mengeruk sedimen sungai dan sisa sampah. Sampai kedalaman sungai kembali seperti semula.

“Awalnya sungai cukup dangkal. Kalau air sungai naik, warga selalu khawatir bisa masuk ke pemukiman. Dengan adanya normalisasi daya tampung air, sungai sudah kembali seperti semula,” tuturnya.

NYAMAN: Perangkat Desa Randuputih menunjukkan jembatan di RT 7/RW 3, Dusun Pesisir yang selesai dibangun.
NYAMAN: Perangkat Desa Randuputih menunjukkan jembatan di RT 7/RW 3, Dusun Pesisir yang selesai dibangun.

Pada bidang ketahanan pangan Pemerintah Desa Randuputih bertahap merealisasikan penanaman edamame dan okra. Sayuran ini dipilih setelah melalui beberapa pertimbangan mulai dari kondisi tanah yang begitu cocok ditanami sayuran tersebut.

Selain itu edamame dan okra juga memiliki potensi yang cukup baik. Mudah untuk dijual karena memiliki banyak peminat. Dengan demikian perputaran modal bisa dilakukan dengan cepat.

“Edamame dan okra kami tanam karena cocok dan prospeknya bagus. Kami realisasikan secara bertahap,” ucapnya.

Sementara untuk meningkatkan pelayanan masyarakat pemerintah desa juga melengkapi kantor desa di RT 5/RW 2, Dusun Krajan dengan ruang protokol.

Ruangan ini juga dapat difungsikan sebagai tempat musyawarah. Lalu pemeliharaan kantor desa juga dilakukan dengan mengecat kantor desa agar lebih bersih dan terawat. Pemerintah desa juga membangun kanopi tempat parkir.

“Semua hal yang diperlukan oleh pemerintah desa tetapi masih belum ada kami inventarisir. Sehingga saat anggaran memadai pembangunan akan dilakukan,” tandasnya. (ar/fun/*)

 

Rencana Pembangunan Tahun 2025

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan dringu #desa randuputih #transparansi desa