Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Wujudkan Desa Tematik Hijau dengan Tabebuya

Fahreza Nuraga • Selasa, 11 November 2025 | 20:33 WIB
KOKOH: Perangkat Desa Watuwungkuk melintasi jalan alternatif penghubung antara Dusun Karangtengah menuju Dusun Sanggar, Senin (10/11).
KOKOH: Perangkat Desa Watuwungkuk melintasi jalan alternatif penghubung antara Dusun Karangtengah menuju Dusun Sanggar, Senin (10/11).

DESA Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus berinovasi dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan berkelanjutan. Tahun ini, pemerintah desa mengembangkan program Desa Tematik Hijau, sejalan dengan visi dan misi Pemkab Probolinggo, untuk memperkuat kesadaran lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Desa Watuwungkuk adalah penanaman pohon tabebuya di sepanjang jalan utama desa. Pohon yang dikenal memiliki bunga indah berwarna cerah ini, dipilih karena keindahannya mampu mempercantik lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekologis.

“Sementara ini telah kami tanam 225 pohon. Mulai dari tugu masuk desa hingga ke arah kantor desa, masuk Dusun Kacangan. Pohon-pohon itu kami tanam di sisi kanan dan kiri jalan,” ujar Sekretaris Desa Watuwungkuk, Ikhsan Wahyudi.

Tak hanya di Dusun Kacangan, tabebuya juga ditanam di Dusun Karangtengah, sebanyak 20 batang. Menurut Ikhsan, pohon ini bukan hanya karena tampilannya yang menarik, tetapi juga karena memiliki kemampuan menyerap polusi udara dan memperbaiki kualitas lingkungan.

“Harapannya, ketika nanti pohon-pohon ini bermekaran, jalanan desa akan tampak cantik dan menambah daya tarik bagi pengunjung. Dalam jangka panjang, kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan,” jelasnya.

Selain penghijauan, pemerintah desa juga mengembangkan program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya penggemukan domba. Dengan harapan mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi desa sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. “Saat ini kami memelihara sebanyak 83 ekor domba. Ke depan program ini akan terus kami kembangkan agar ketahanan pangan desa semakin kuat,” tutur Ikhsan. (gus/rud/*)

 

NYAMAN: Sejumlah masyarakat saat melintas di jalan yang telah diaspal kembali di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Senin (10/11)
NYAMAN: Sejumlah masyarakat saat melintas di jalan yang telah diaspal kembali di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Senin (10/11)

Genjot Infrastruktur untuk Dukung Mobilitas Warga

SELAIN fokus terhadap program ketahanan pangan dan penghijauan, Pemerintah Desa Watuwungkuk, juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini menjadi penting mengingat sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani bawang merah. Mereka sangat bergantung terhadap akses jalan yang memadai untuk kegiatan pertanian maupun kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pembangunan strategis yang telah direalisasikan tahun ini pengaspalan jalan antara Dusun Krajan dan Dusun Karangtengah. Jalan sepanjang 350 meter dengan lebar 4 meter ini merupakan jalur utama menuju lahan pertanian dan fasilitas pendidikan.

“Alhamdulillah, warga sangat senang karena jalan sudah halus dan mudah dilalui. Sekarang yang mau ke sawah atau mengantar anak ke sekolah, sudah tidak khawatir lagi,” ujar Sekretaris Desa Watuwungkuk, Ikhsan Wahyudi.

ESTETIK: Salah satu titik penanaman pohon tabebuya di Dusun Kacangan, Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
ESTETIK: Salah satu titik penanaman pohon tabebuya di Dusun Kacangan, Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Pemerintah desa tidak berhenti sampai di situ. Tahun depan, berencana melanjutkan perbaikan infrastruktur dengan peningkatan kualitas jalan lainnya. Salah satunya jalan usaha tani di Dusun Sanggar, yang kini masih berupa jalan tanah.

“Tahun depan kami akan melakukan pengecoran atau betonisasi jalan usaha tani di Dusun Sanggar. Harapannya, setelah dibeton nanti masyarakat bisa lebih nyaman melintas, tidak licin lagi terutama saat hujan,” jelas Ikhsan.

Tahun ini, pemerintah desa juga telah merabat beton jalan alternatif dari Dusun Karangtengah menuju Dusun Sanggar. Perbaikan ini menjadi prioritas, karena jalan tersebut tidak hanya digunakan warga untuk aktivitas pertanian, tetapi juga sebagai akses menuju pemakaman umum. “Sebelumnya, jalan ini berupa tanah dan sangat licin saat hujan. Karena itu, kami lakukan pengecoran agar lebih kuat, nyaman, dan tahan lama,” katanya. (gus/rud/*)

TERNAK: Perangkat Desa Watuwungkuk mengecek puluhan kambing yang dikembangkan dalam program ketahanan pangan Pemdes Watuwungkuk, Senin (10/11).
TERNAK: Perangkat Desa Watuwungkuk mengecek puluhan kambing yang dikembangkan dalam program ketahanan pangan Pemdes Watuwungkuk, Senin (10/11).

APBDES PEMERINTAH DESA WATUWUNGKUK TAHUN ANGGARAN 2025

PENDAPATAN

Pendapatan Asli Desa                     : Rp      43.755.000,00

Pendapatan Transfer                       : Rp 1.072.136.128,00

Pendapatan Lain-Lain                     : Rp                     0,00

Jumlah Pendapatan                      : Rp 1.115.891.128,00

 

BELANJA

Belanja Pegawai                              : Rp   282.427.382,88

Belanja Barang dan Jasa        : Rp   445.434.362,69

Belanja Modal                         : Rp   338.377.000,00

Belanja Tidak Terduga                    : Rp     18.000.000,00

Jumlah Belanja                              : Rp 1.084.238.745,57

Surplus/Defisit                               : Rp     31.652.382,43

 

PEMBIAYAAN

Penerimaan Pembiayaan        : Rp   133.913.617,57

Pengeluaran Pembiayaan               : Rp   165.566.000,00

Pembiayaan Netto                 : (Rp   31.652.382,43)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#desa #tabebuya #pohon #jalan utama