Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Istri Dipanggil Sayang di Medsos, Suami di Gili Ketapang Probolinggo Hajar Lelaki Lain hingga Tewas

Inneke Agustin • Senin, 10 November 2025 | 16:48 WIB
Wahyudi (tengah, baju cokelat-putih) saat diamankan petugas kepolisian.
Wahyudi (tengah, baju cokelat-putih) saat diamankan petugas kepolisian.

SUMBERASIH, Radar Bromo–Melihat ada orang memanggil sayang ke istrinya di media sosial, Wahyudi gelap mata. Ia pun nekat menghajar Riki, 24, lelaki yang memanggil sayang ke istrinya itu hingga tewas.

Petugas Polres Probolinggo Kota akhirnya menangkap Wahyudi. Lelaki 22 tahun itu ditangkap di rumahnya di pulau/ Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (8/11) sore.

Tidak hanya menangkap Wahyudi. Hari itu, petugas juga mengamankan empat orang saksi, semuanya juga warga Gili Ketapang.

Tiga di antaranya saudara sepupu Wahyudi dan satu lagi paman terduga pelaku.

Mereka semua diamankan di rumah masing-masing di hari yang sama. Kemudian, dibawa ke Balai Desa Gili Ketapang untuk pemeriksaan singkat.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin mengatakan, keempat samksi turut diamankan untuk dimintai keterangan. Petugas menurutnya, sedang mendalami kasus itu.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman kasus ini. Kami juga akan mendalami peran masing-masing orang dalam kasus tersebut,” katanya.

Penangkapan terduga pelaku dan diamankannya empat saksi, langsung menarik perhatian warga setempat. Puluhan warga berdatangan ke Balai Desa Gili Ketapang untuk melihat dari dekat.

Setelah diperiksa singkat, mereka dibawa ke Pelabuhan Gili Ketapang dengan naik motor warga setempat.

Lalu naik kapal menuju Pelabuhan Tanjung Tembang Kota Probolinggo. Baru kemudian mereka diamankan di Mapolresta.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Balai Desa Gili Ketapang terungkap, motif penganiayaan diduga karena masalah asmara.

Terduga pelaku cemburu istrinya dipanggil sayang, hingga berujung pada penganiayaan yang menyebabkan korban Riki tewas.

Awalnya, Wahyudi mengecek akun media sosial Tiktok milik istrinya, Kamis (6/11).

“Saat itu saya baru pulang dari keramba. Saya cek HP karena memang HP di rumah itu cuma satu, tapi dipakai berdua sama istri,” katanya.

Wahyudi pun kaget. Sebab, ia menjumpai sebuah pesan dari akun korban untuk istrinya. Dalam pesan tersebut ia menyapa istri terduga pelaku, Holifa.

“Dia bilang Yang mayuh (ayo Yang, Red). Akhirnya saya telepon. Saya nanya, apah be`en ma’ ngechat bininah oreng (ngapaian kamu kok ngechat istri orang, Red). Tapi saya malah ditantang kelahi. Ya saya samperin orangnya,” ungkapnya.

Gelap mata dan terbakar api cemburu, Wahyudi pelaku dan korban pun sepakat bertemu di Lapangan Arget di Gili Ketapang Sisi Timur.

Ternyata di lokasi sudah ada korban dan dua rekannya. Terduga pelaku mengaku sempat dipukul korban tiga kali, tapi semuanya meleset.

“Karena khawatir dikeroyok, saya pulang ambil gunting. Malah saya ditantang olok tretanah  (panggil saudaramu, Red),” terangnya.

Mendengar tantangan itu, Wahyudi makin panas. Dia lantas mengajak pamannya, Saham, 40, untuk ikut ke Lapangan Arget.

“Saya tunggu paman saya pulang kerja. Saya bawa gunting. Baru kami kembali ke lapangan,” tambahnya.

Mereka berdua ke lapangan dengan berboncengan naik motor. Di tengah perjalanan menuju Lapangan Arget, Wahyudi bertemu dengan tiga orang saudaranya. Mereka berinisial Ang, 22; Suk, 18; dan Naz; 15. Mereka naik motor dengan berboncengan tiga.

“Karena melihat saya terburu-buru mungkin dan karena mereka masih saudara saya semua, akhirnya mereka ikut ke lapangan juga. Saya tidak mengajak sebenarnya,” jelasnya.

Sesampai di Lapangan Arget, Wahyudi dan korban kembali berkelahi.

Dia melayangkan sejumlah pukulan ke wajah dan kepala korban. Kemudian menusukkan gunting ke kepala kanan korban.

Saat Wahyudi berkelahi dengan korban, tiga saudaranya menghalang-halangi dua rekan korban yang hendak menolong.

Korban sendiri akhirnya roboh dengan mengalami luka serius di kepala.

Hingga Jumat (7/11), korban akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya lantas dievakuasi ke RSUD dr. Mohammad Saleh untuk diotopsi.

Wahyudi sendiri mengakui perbuatannya saat ditangkap petugas Polres Probolinggo Kota di rumahnya, Sabtu (8/11).

Dia bahkan bersedia bertanggungjawab. Pada petugas, Wahyudi mengaku terbakar api cemburu saat melihat pesan korban yang dikirim pada istrinya.

Selain menangkap terduga pelaku dan mengamankan empat saksi, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Di antaranya, dua sepeda motor.

“Salah satunya digunakan terduga pelaku berboncengan dengan pamannya saat kejadian. Satu lagi dipakai tiga saksi berboncengan,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#cemburu #tiktok #diamankan #gili ketapang #medsos #Sumberasih #probolinggo