KRAKSAAN, Radar Bromo – Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo tahun 2025 naik satu peringkat.
Dari sebelumnya di posisi 33, saat ini ada di peringkat 32 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Prestasi ini cukup melegakan. Sebab, IPM Kabupaten Probolinggo bertahan di posisi 32 sejak 2023. Bahkan, pada tahun 2022 sempat berada di ranking 35 se-Jawa Timur.
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo mengungkapkan, capaian ini menjadi sinyal positif di tengah upaya keras pemerintah daerah memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
“Memang nilai IPM kita tergolong rendah dibanding daerah lain, tetapi pertumbuhannya kali ini patut diapresiasi. Tahun 2025 pertumbuhan IPM kita mencapai 1,13, di atas rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang sebesar 0,92,” ujarnya.
Dengan capaian itu, Probolinggo berada di peringkat 12 pertumbuhan IPM tercepat se-Jawa Timur.
“Artinya, upaya kita untuk naik kelas mulai menunjukkan hasil,” tambah Juwono.
Pertumbuhan IPM 2025 ini mencatat peningkatan di semua dimensi, terutama standar hidup layak dan pengetahuan.
Data Bapelitbangda mencatat, umur harapan hidup (UHH) naik dari 73,93 tahun pada 2024 menjadi 74,10 tahun di 2025.
Sementara itu, harapan lama sekolah (HLS) meningkat dari 12,64 tahun menjadi 12,80 tahun. Lalu, rata-rata lama sekolah (RLS) juga naik dari 6,31 tahun menjadi 6,43 tahun.
“Artinya, ada kemajuan dalam dua sisi. Ekonomi dan kesehatan masyarakat semakin berkembang dan semakin banyak yang menempuh pendidikan lebih lama. Ini pertanda baik,” ujar Juwono.
Meskipun grafiknya positif, capaian IPM Kabupaten Probolinggo 2025 yang berada di angka 71,65 masih sedikit di bawah target tahun ini, yaitu 71,86. Menurutnya, capaian IPM itu kurang 0,2 poin dari target.
Juwono menyebut, kenaikan IPM tak lepas dari semangat baru di tubuh pemerintah daerah dan masyarakat setelah pergantian kepemimpinan. Karena itu, ia optimistis target IPM tahun depan bisa tercapai.
“Sekarang ada gairah, ada semangat perubahan. Dari level pimpinan OPD sampai masyarakat, semua bergerak. Saya melihat titik baliknya ada di sana,” jelasnya.
Sejumlah event ikut menggerakkan energi sosial baru di Kabupaten Probolinggo.
Mulai momentum evaluasi KPK, geliat komunitas sosial, gelaran event seperti Seven Lakes, hingga program pariwisata lokal.
“Semua komunitas ikut bergerak. Mulai dari UMKM, homestay, sampai olahraga. Ada semangat berbenah dari bawah. Ini yang dimulai oleh Bupati baru,” imbuhnya.
Pemerintah menargetkan pada tahun 2026, IPM Kabupaten Probolinggo mencapai 72,56. Melanjutkan tren positif yang kini mulai terlihat.
“Ini bukan angka-angka kosong, tapi momentum perubahan. Yang penting, semangat ini jangan padam. Bupati memiliki caranya sendiri dalam meningkatkan IPM ini. Diawali dari wisata dan investasi," ujarnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi