KANIGARAN, Radar Bromo -Hampir seribu pelanggan SPBU milik Pertamina mengadu motornya mbrebet setelah diisi BBM jenis Pertalite.
Namun, Pertamina tidak membuka posko pengaduan tentang masalah ini di Probolinggo.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan, tidak semua daerah ada posko pengaduan tentang motor mbrebet setelah diisi Pertalite. Termasuk di Probolinggo, Pertamina tidak membuka posko pengaduan.
Karena itu, pertamina meminta masyarakat langsung mengadu dan mengajukan klaim perbaikan pada SPBU tempat mengisi Pertalite. Tentunya, dengan menunjukkan bukti struk pembelian Pertalite.
”Di Probolinggo, tidak ada posko pengaduan. Jadi bisa mengadu ke Pertamina Call Center 135 atau via medsos DM di Instagram @pertamina.135. Nanti kami akan proses dan tindak lanjuti. Atau bisa langsung mengadu dan mengajukan klaim ke SPBU setempat,” katanya.
Ahad pun menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat atas munculnya ketidaknyamanan setelah mengisi motor dengan BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU wilayah distribusi Jawa Timur.
Ia memastikan, penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar.
Sehingga, kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu. Dia juga memastikan bahwa seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan ketat. Mulai dari terminal pengirim, hingga lembaga penyalur resmi.
”Hingga Rabu, tercatat 900 lebih laporan masuk atas kendala yang terjadi dengan persentase penyelesaian sudah mencapai 64 persen. Penanganan kompensasi diberikan kepada pelanggan dengan terukur dan sesuai prosedur,” terangnya.
Ahad menambahkan, kompensasi akan diberikan secara terukur kepada pelanggan setelah melalui pengecekan yang telah divalidasi oleh bengkel mitra Pertamina.
Jika di Probolinggo ada yang mengalami hal serupa atau motornya mbrebet setelah mengisi Pertalite, menurutnya bisa mengadu ke SPBU setempat atau call center 135.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga dengan mengedepankan aspek layanan cepat dan tepat kepada masyarakat," ungkapnya.
Samsul, 37, salah satu pengendara motor di Kota Probolinggo mengaku motornya sempat mbrebet setelah mengisi Pertalite. Namun, dia tidak tahu proses pengaduannya seperti apa.
Karena itu, dia langsung membawa motornya ke bengkel. Di bengkel, mekanik menguras Pertalite di tangki motor. Kemudian, motor diservis dan diganti businya.
“Sayangnya, di Probolinggo tidak ada posko pengaduan. Jadi tidak tahu harus mengadu atau klaim ke mana. Ini saya habis biaya berkisar Rp 125 ribu. Belum lagi rugi Pertalite yang tidak terpakai,” ujarnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi