Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Selama Proyek Preservasi Jalan Nasional di Kota Probolinggo, 50 Titik Pipa Perumdam Bayuangga Rusak

Arif Mashudi • Kamis, 6 November 2025 | 03:13 WIB

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo saat meninjai proyek preservasi jalan nasional Soekarno Hatta yang memicu kerusakan pipa perumdam.
Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo saat meninjai proyek preservasi jalan nasional Soekarno Hatta yang memicu kerusakan pipa perumdam.
 

KANIGARAN, Radar Bromo– Proyek preservasi jalan nasional Soekarno Hatta dan Panglima Sudirman di Kota Probolinggo, ternyata telah merusak puluhan titik pipa milik Perumdam Bayuangga.

Total ada 50 titik pipa yang rusak, bocor atau putus. Hal ini diketahui saat Komisi III DPRD Kota Probolinggo sidak ke lokasi proyek.

Sidak dilakukan setelah Komisi III mendapat laporan dari masyarakat bahwa proyek itu mengakibatkan banyak kerusakan pada pipa milik Perumdam Bayuangga.

Bahkan, membuat masyarakat sempat mengalami kesulitan air bersih. Aliran air bersih kembali normal setelah petugas teknis memperbaiki pipa yang rusak.

Saat sidak Selasa (4/11) sore, Komisi III mendatangi titik tempat pipa milik Perumdam Bayuangga berukuran 8 dim putus. Lokasinya di depan SPBU Kasbah.

Ketua komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat tentang gangguan aliran air Perumdam Bayuangga. Karena itu, Komisi III mengecek ke lokasi pipa yang rusak.

”Setelah kami cek ke lapangan, memang pipa 8 dim putus dan sudah diperbaiki. Tapi, ternyata bukan hanya pipa ini yang rusak. Selama proyek preservasi jalan dilakukan, ada sekitar 50 titik pipa yang rusak atau putus,” katanya.

Kondisi itu menurut Muchlas, terjadi karena kurangnya koordinasi di lapangan antara pelaksana proyek dengan instansi teknis, terutama Perumdam Bayuangga.

Ditambah kurang hati-hatinya petugas di lapangan. Sehingga, mengakibatkan pipa Perumdam rusak atau bocor.

“Jika koordinasi dilakukan sejak awal, maka penanganan dapat cepat dilakukan saat ada jaringan pipa yang terkena galian. Tidak sampai menunggu dampaknya meluas. Ke depan, hal seperti ini tidak boleh terulang. Pelaksana di lapangan harus lebih hati-hati,” pintanya.

Muchlas menegaskan, pihaknya akan mengundang pihak pelaksana proyek serta perangkat daerah terkait. Tujuannya untuk menegaskan kejelasan komitmen dalam proyek preservasi jalan nasional ini.

”Kami dari DPRD Kota Probolinggo wajib tahun seperti apa komitmen dan kesepakatan pelaksanan proyek preservasi jalan ini. Antara pemkot, pelaksana dan Balai Besar Jalan Nasional,” tegasnya.

Didik Effendy, perwakilan dari Pembantu Pengawas Pelaksana proyek tersebut mengatakan, koordinasi dengan Pemkot Probolinggo dan Perumdam Bayuangga sudah dilakukan.

Namun, di lapangan pelaksana tidak tahu di mana titik-titik pipa berada dan berapa kedalaman pipa yang ada di tepi jalan.

Akibatnya, penggalian jalan tanpa sengaja mengenai pipa milik Perumdam Bayuanggar.

Selain itu menurutnya, posisi pipa milik Perumdam sangat dangkal. Hanya di kedalaman 40 - 70 centimeter.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Perumdam setiap hari. Saat ada pipa yang terkena galian, langsung kami lakukan perbaiki dan sambung ulang. Pipa air yang tertanam memang kurang dalam,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#preservasi jalan #pipa Perumdam #jalan panglima sudirman #jalan soekarno hatta #probolinggo #bayuangga