DRINGU, Radar Bromo– Pengurus dan anggota Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Probolinggo masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan.
Pengukuhan PKDI itu digelar di Aula Rumah Makan Kebon Pring, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Senin (3/11).
Ajang tersebut dihadiri Ketua DPD PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Munaris, serta kepala desa di Kabupaten Probolinggo.
Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo,SH mengatakan, pengukuhan ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antar kepala desa dalam mendukung program pembangunan daerah.
Dalam program jangka pendek, PKDI akan melakukan komunikasi di tingkat kecamatan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan program bupati Probolinggo menuju kabupaten yang lebih SAE.
“Untuk jangka panjang, kami ingin PKDI hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Kepala desa harus menjadi teladan, baik dalam perilaku, moralitas, maupun dalam menciptakan kegiatan positif di masyarakat,” jelas Sanemo.
“Dengan begitu, desa-desa di Kabupaten Probolinggo bisa tumbuh menjadi wilayah yang santun, sopan, dan sejahtera,” imbuhnya.
Ia menegaskan pentingnya kekompakan dan kebersamaan antar kepala desa dalam membangun desa.
“Kami berharap kehadiran PKDI membawa suasana aman, nyaman, dan penuh kebersamaan. Kepala desa wajib menjunjung tinggi amanah pemerintah pusat dan daerah demi terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang benar-benar SAE,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kepengurusan baru PKDI Kabupaten Probolinggo.
Ia berharap organisasi ini menjadi wadah pemersatu sekaligus penggerak pembangunan desa di Jawa Timur.
“PKDI dibangun atas semangat kebersamaan dan nilai persaudaraan. Kami ingin PKDI menjadi jembatan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Pemerintah pasti memiliki niat suci untuk menyejahterakan masyarakat desa, dan kepala desa harus menjadi mitra strategis dalam mewujudkannya,” tuturnya.
Syaifullah Mahdi menambahkan, kepala desa memiliki peran vital dalam pelayanan publik.
Karena itu, PKDI diharapkan menjadi wadah yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan di desa secara bijak dan solutif.
“Jika kepala desa bersatu, insyaallah Kabupaten Probolinggo akan maju dan SAE. Tanamkan kebersamaan dan seduluran dengan hati ikhlas agar PKDI menjadi organisasi yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat, karena tagline PKDI adalah “Satu Komando Bersama Sampai Akhir” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur hadir mewakili Bupati Probolinggo. Ia menegaskan, pemerintah daerah menyambut positif pengukuhan PKDI sebagai mitra strategis dalam mempercepat pembangunan desa.
“Kami berharap PKDI mampu menjadi motor penggerak pembangunan, terutama dalam menjalankan program prioritas desa yang selaras dengan arah pembangunan kabupaten dan nasional,” katanya.
Ghafur juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik di desa. “Moralitas, keterampilan, integritas, dan profesionalisme aparatur desa harus terus dijaga, disertai dengan keimanan dan ketakwaan. Pengelolaan keuangan desa pun harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif sesuai peraturan,” tegasnya.
Ia megajak PKDI untuk mempererat silaturahmi dan sinergi antara kepala desa, perangkat, dan masyarakat.
“Semoga PKDI menjadi wadah harmonisasi dalam menciptakan pembangunan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di era global. Mari terus melangkah bersama membangun desa, melayani masyarakat, dan menebar kesejahteraan lahir batin,” harapnya. (dik/mie)
Editor : Muhammad Fahmi