TIRIS, Radar Bromo- Pipa gravitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tancak di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, kembali putus.
Pipa putus setelah terdampak longsor sejak Jumat (31/10). Akibatnya sekitar 3.000 SR terdampak.
Staf Ahli Teknik Perumdam Tirta Argapura Hari Supriyanto mengatakan, daerah Tiris memang sempat diguyur hujan. Lalu pada Jumat (31/10) pagi, pihaknya menerima keluhan masyarakat bahwa aliran air mati.
Tim Perumdam Tirta Argapura langsung melakukan tracking untuk mengetahui penyebabnya. Dan Sabtu (1/11), penyebab matinya air ditemukan.
“Ternyata pipa HDPE berdiameter 20 inch sepanjang 12 meter putus akibat terbawa material longsor. Pipanya hilang entah ke mana. Mungkin masuk ke jurang ikut material longsor,” kata Hari.
Proses perbaikan pun dilakukan sejak Minggu (2/11) dan diperkirakan selesai Senin (3/11). Asalkan kondisi cuaca baik.
“Melihat kondisi cuaca juga. Kalau cuaca tidak memungkinkan, maka kami terpaksa menghentikan proses perbaikan terlebih dahulu. Nanti kalau sudah membaik, dilanjutkan lagi,” terangnya.
Tantangan lainnya, yakni pengangkutan pipa baru ke titik lokasi yang harus dilakukan secara manual. Sementara lokasi tersebut memiliki kecuraman tebing hampir 90 derajat.
“Maka dari itu, kami juga harus berhati-hati ketika perbaikan. Saat cuaca buruk, kami hentikan sementara waktu,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya menurut Hari, berusaha keras agar proses perbaikan selesai pada Senin (3/11) sore. Sehingga, diperkirakan aliran air akan normal kembali pada Kamis (6/11).
“Sebab, kami butuh mengeluarkan udara yang terjebak di dalam pipa. Baru nanti air bisa normal lagi,” katanya.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Argapura Agus Hariyanto mengatakan, kondisi aliran air pada pelanggan saat ini tidak mati total. Air masih mengalir, namun tekanannya kecil.
“Sebab, kami masih bisa menggunakan pompa yang ada di ground. Jadi tidak mati total. Kami berharap cuaca bersahabat, sehingga proses perbaikan dapat berjalan cepat dan lancar,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi