Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bikin Geger, Sejumlah Remaja Cari Perlindungan ke Rumah Warga di Kedungasem Wonoasih, Ternyata Ini Penyebabnya

Inneke Agustin • Senin, 3 November 2025 | 06:11 WIB
Sejumlah remaja meninggalkan motornya dan mencari perlindungan ke rumah-rumah warga.
Sejumlah remaja meninggalkan motornya dan mencari perlindungan ke rumah-rumah warga.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Puluhan remaja membuat geger warga Kelurahan Kedungasem, Wonoasih, Kota Probolinggo, Sabtu (1/11) pukul 01.00.

Mereka berkendara motor, menimbulkan suara gaduh dari deru mesin. Membuat warga berhamburan keluar rumah.

Lurah Kedungasem, Saiful Sarfuddin menduga, para remaja tersebut sebelumnya terlibat balap liar di kawasan perbatasan kota.

Lokasi tersebut memang kerap dijadikan ajang balap liar oleh para remaja.

“Kemungkinan dari lokasi balap liar itu terjadi gesekan dengan kelompok lain. Sehingga, berujung pada perselisihan dan tawuran,” ujarnya.

Namun, belum diketahui secara pasti dari mana asal para remaja tersebut. Namun, kuat dugaan bahwa sebagian berasal dari Kota Probolinggo, dan sebagian lainnya dari Kabupaten Probolinggo.

“Daerah perbatasan itu memang rawan, karena posisinya antara kota dan kabupaten. Jadi bisa saja mereka dari dua wilayah berbeda,” katanya.

Aksi mereka ini terekam CCTV milik Masjid Nurul Hasan di Jalan KH. Hasan Genggong. Pada rekaman itu terlihat, sekelompok remaja dengan mengendarai motor memasuki halaman masjid.

Beberapa dari mereka berlarian meninggalkan motor dan mencari rumah warga untuk perlindungan.

“Dari rekaman CCTV terlihat beberapa remaja dikejar oleh kelompok lainnya. Mereka berlari ke arah rumah warga di sekitar masjid. Karena suaranya gaduh, warga sekitar pun terbangun,” tutur Saiful.

Tak hanya menimbulkan kepanikan, menurut keterangan warga, sejumlah remaja juga kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit. Namun, situasi segera mereda setelah warga setempat keluar rumah.

“Beberapa remaja yang bersembunyi akhirnya diberikan perlindungan oleh warga setempat. Setelah kelompok yang mengejar pergi, mereka diminta keluar. Sini keluar, sudah aman. Mereka kemudian pulang,” cerita Saiful.

Pihak kelurahan mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Saiful menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat balap liar maupun tawuran.

“Balap liar ini sering jadi pemicu gesekan antarkelompok remaja. Kami minta orang tua lebih tegas menasihati anaknya. Jangan boleh anaknya melihat atau malah balap liar. Berbahaya, rawan gesekan antar kelompok remaja,” tegasnya.

Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan kecamatan. Tim gabungan dari Polres Probolinggo Kota dan Polsek Wonoasih segera menyisir lokasi kejadian. Namun, ketika petugas tiba, para remaja itu sudah tidak berada di tempat.

“Kami sudah melakukan patroli dan pengecekan di sekitar lokasi, namun hasilnya nihil. Para remaja itu sudah kabur sebelum petugas datang,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonoasih, Aiptu Adji Anggoro. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Wonoasih #tawuran #probolinggo