PASURUAN, Radar Bromo-Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan menambah armada bus sekolah disoroti tajam oleh Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda).
Mereka berharap wacana ini tidak merugikan angkot. Bus sekolah seyogyanya tidak melewati rute dalam kota.
Ketua Primkopangda Kota Pasuruan, Mashudi menuturkan pemilik angkot tidak mempermasalahkan keinginan Dishub menambah armada bus sekolah.
Namun dengan catatan, tidak merugikan angkot. Rute yang dilewati harus berbeda dengan rute angkot.
"Kami tidak keberatan ada wacana menambah bus sekolah di Kota Pasuruan. Tapi tidak boleh merugikan angkot," katanya.
Saat ini angkot sudah tidak seramai dahulu. Kebanyakan penumpang adalah mereka yang hendak dan pulang dari belanja di pasar.
Di luar itu, angkot bertahan dengan jasa sewa. Tentu jika rute bus berbeda, maka semua pemilik angkot pasti tidak akan mempermasalahkan.
"Seperti rute bus sekolah yang sudah berjalan saat ini. Melewati wilayah utara yang memang tidak ada angkot di sana," jelas Mashudi.
Karena itu, pihaknya berharap agar armada baru bus sekolah nantinya, sama seperti bus sekolah yang sudah berjalan.
Yakni melalui rute yang memang tidak dilewati angkot. Jadi tidak ada pengemudi angkot yang dirugikan.
"Nilai plusnya yang tidak ada angkot, siswa bisa terbantu. Apalagi Dishub janji mau membantu angkot," jelasnya.
Kepala Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto menerangkan tambahan bus sekolah ini baru usulan.
Sebab usulan tahun lalu belum disetujui. Tentu, pihakmya berharap agar usulan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini segera terealisasi.
"Niatnya melalui rute yang sama dengan yang sudah berjalan. Karena masih kurang. Jadi tidak merugikan angkot," tutur Andri-sapaannya. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga