PROBOLINGGO, Radar Bromo - Fenomena banyak motor mbrebet setelah mengisi BBM Pertalite di Kota Probolinggo membuat sejumlah bengkel makin ramai. Kondisi ini bahkan terjadi sejak awal pekan ini.
Mulyadi, 52, mekanik di salah satu bengkel mengatakan, sejak Rabu (29/10) hingga Kamis (30/10), ia menerima sekitar tujuh motor yang brebet. Motor-motor itupun diservis di bengkelnya.
“Katanya motornya brebet usai isi Pertalite. Saat dicek ternyata businya terbakar dan harus diganti. Sebelum itu, Pertalitenya dikuras dulu,” katanya.
Menurutnya, kondisi itu seluruhnya terjadi pada motor injeksi. Baik keluaran tahun muda ataupun tua.
Ia yang juga berjualan Pertalite di rumahnya mengaku. bau Pertalite juga terasa berbeda dalam empat hari terakhir.
“Baunya tidak enak. Mungkin itu karena dicampur etanol 10 persen. Akhirnya tidak normal ke busi, bahkan ada yang rotaknya kena. Lumayan ganti busi kan sekitar Rp 25 ribu,” tutur warga Kecamatan Mayangan ini.
Hal senada disampaikan Didik Budi, 30, mekanik salah satu bengkel motor di Kecamatan Mayangan. Dalam tiga hari terakhir, ia telah melayani 30 motor dengan kendala yang sama. Yaitu, mesin brebet.
“Akhirnya ganti busi. Tiap hari ada saja yang mengeluh hal yang sama ke bengkel ini. Setiap hari ada sekitar 10 sampai 15 motor, ganti busi semua,” ujarnya.
Didik mengatakan, kebanyakan motor yang ia kerjakan merupakan motor injeksi keluaran terbaru. Paling tua adalah keluaran 2012, bahkan ada yang keluaran 2025.
“Baru beli tiga bulan sudah brebet gegara Pertalite. Ada juga yang sampai harus membersihkan penyaring bahan bakar karena bikin cepat kotor ternyata,” terangnya.
Dengan mengganti busi dan servis, pemilik motor rata-rata merogoh kocek hingga Rp 50 ribu. Hal tersebut tentu juga berimbas pada pendapatan Didik sehari-hari.
Ia mengatakan, pendapatannya naik dua kali lipat akibat banyaknya pengendara motor yang ganti busi dan servis.
“Businya Rp 25 ribu ditambah ongkos pasang dan servis, ya sekitar Rp 50 ribu kalau totalnya,” pungkasnya.
Ketua Jurusan TKR SMK Negeri 2 Probolinggo, Aditya Permata menjelaskan tentang fenomena ini. Menurutnya, bahan bakar merupakan makanan pokok bagi kendaraan.
Ketika bahan bakar tak sesuai dengan kendaraan, tentu akan merusak sejumlah komponen di dalamnya. Seperti busi.
“Akibat pengapian tidak sempurna, efeknya membuat panas dan jadi mudah kotor. Solusinya kalau seperti ini memang harus ganti busi. Kalau bisa dengan busi yang memiliki pengapian besar, biasanya jenis iridium atau platinum. Tapi harganya memang lebih mahal, sekitar Rp 80 ribu. Selain itu juga bisa beralih ke Pertamax,” terangnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi