PROBOLINGGO, Radar Bromo - Traffic light di simpang tiga antara Jalan Panglima Sudirman-Jalan Gatot Subroto, Kota Probolinggo, mati total, Sabtu (25/10) pagi.
Diduga, kabel lampu lalu lintas ini terdampak proyek revitalisasi trotoar.
Salah seorang warga sekitar, Muhammad Zainul Yakin, 25, mengatakan, traffic light tersebut mati sejak pukul 07.00.
Alhasil arus lalu lintas mulai tak teratur. “Akhirnya, beberapa warga di sini turun untuk membantu mengamankan arus,” katanya.
Yakin mengatakan, akibat matinya lampu lalu lintas, sejumlah kendaraan, bahkan hampir bertabrakan. Khawatir, ia berupaya melaporkannya ke PLN.
“Tapi, belum ada tanggapan. Sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Sabtu (25/10), pukul 10.00.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ada empat orang yang mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat bergantian melintasi persimpangan.
Dua orang berdiri di traffic light sisi barat. Satu orang di sisi utara dan satu orang lainnya di sisi timur.
Mereka bergantian mengarahkan pengendara melintas dan berhenti di Simpang Tiga King.
“Kami harap segera ada tindakan dari pihak terkait. Entah ini padam karena PLN atau kabelnya ada yang putus karena terdampak proyek,” harapnya.
Manager PLN ULP Probolinggo Rendra Madyasta mengatakan, pihaknya tidak ada jadwal pemadaman di lokasi tersebut.
“Tidak ada pemadaman listrik PLN di wilayah tersebut,” katanya, singkat.
Kabid Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengaku telah mengecek ke lokasi. Hasilnya, diketahui benar ada trouble.
“Ini karena gangguan jaringan kabel bawah tanah akibat dari proyek yang berjalan. Tadi tim teknis kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi,” terangnya.
Koordinator Penerangan Lampu Dishub Kota Probolinggo Alamin mengatakan, kabel traffic light terdampak proyek galian trotoar. Namun, anehnya sisa putusan kabel tidak ditemukan di lokasi.
“Dugaan sementara kami, ini kabelnya ada yang mencuri. Kami masih berusaha untuk memperbaiki dan mencari tahu siapa yang mencuri kabel tersebut,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando