Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek Pembangunan Hanggar Mesin RDF TPA Bestari Probolinggo Senilai Rp 1,9 M Telat 9 Persen, Dewan Minta Dikebut

Arif Mashudi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:33 WIB
DIKEBUT: Komisi III DRPD Kota Probolinggo sidak pengerjaan pembangunan hanggar mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Bestari, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (22/10).
DIKEBUT: Komisi III DRPD Kota Probolinggo sidak pengerjaan pembangunan hanggar mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Bestari, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (22/10).

MAYANGAN, Radar Bromo -Pembangunan hanggar mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Bestari, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo harus rampung akhir November 2025.

Komisi III DPRD Kota Probolinggo pun mendorong pengerjaan dikebut. Sebab, progresnya telat 9 persen.

Kondisi itu diketahui saat Komisi III sidak ke TPA Bestari, Rabu (22/10).

Rombongan yang tiba di lokasi, sebagian mengecek gambar perencanaan proyek pembangunan senilai Rp 1,9 Miliar itu. Sebagian yang lain mengecek kualitas hasil pekerjaannya.

Saat itulah diketahui, pekerjaan minus 9 persen dari target perencanaan. Padahal, proyek ini harus selesai pada akhir November.

Karena itu, Ketua Komisi III Muchlas Kurniawan meminta agar pengerjaan proyek itu dikebut. Sehingga, bisa selesai sesuai target.

”Pengerjaan pembangunan hanggar ini harus rampung 26 November besok. Dengan waktu yang ada, kami minta DLH lebih meningkatkan pengawasan dan meminta pelaksana untuk ngebut menyelesaikan pengerjaannya,” katanya.

Sejauh ini menurut Muchlas, hasil pekerjaan proyek tersebut normatif saja. Tidak ada temuan kesalahan.

Hanya saja, realisasi pekerjaan minus 9 persen. Karena itu, pengerjaannya harus dipecepat agar selesai tepat waktu.

”Hanggar ini harus rampung tahun ini. Karena tahun depan, targetnya sudah harus beroperasi untuk mengolah sampah yang ada di TPA ini,” terangnya.

Robit Riyanto, anggota Komisi III meminta agar pelaksana proyek segera menyiapkan semua bahan material pengerjaan. Sehingga, pengerjaan tidak terlambat akibat kendala bahan material atau lainnya.

”Pelaksana juga harus menambah man power atau tenaga kerja. Supaya, pekerjaan bisa lebih cepat dan selesai tepat waktu. Jika tidak dikebut, sulit rasanya selesai tepat waktu,” ujarnya.

Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari membenarkan bahwa pekerjaan pembangunan hanggar terlambat 9 persen. Karena itu, pihaknya meminta pengawas untuk lebih meningkatkan fungsinya.

“Kami juga meminta pelaksana untuk lembur atau dikebut pengerjaannya. Supaya, selesai tepat waktu. Masih ada waktu satu bulan lebih untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai kontrak,” terangnya.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Penanganan Sampah di DLH, Gigih Ardityawan Pratama menambahkan, sebulan terakhir sebenarnya pengerjaan sudah diminta untuk dikebut.

Pihaknya sudah meminta pelaksana mengerjakan sesuai perencanaan dan bisa lebih cepat.

”Kami akan dorong terus agar pelaksana ngebut menyelesaikan pekerjaan dengan cara lembur dan lainnya,” ujarnya.

Aziz dari CV Ika Mulya Cipta Mandiri selaku pelaksana saat dikonfirmasi mengaku optimistis pengerjaan bisa rampung tepat waktu.

Sesuai kontrak, pekerjaan pembangunan harus rampung dalam waktu 99 hari. Dengan waktu yang tersisa, pihaknya akan ngebut pekerjaan dengan dilembur.

”Kami juga akan tambah tenaga kerjanya dan sekaligus memastikan bahan materialnya sudah siap semua,” tandasnya. (mas/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#Telat #sidak #proyek #tpa bestari #pengerjaan #dprd #komisi iii #november #probolinggo