Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengakuan Ibu Pemuda yang Hujat Demo Santri di Probolinggo: Keluarga Kurang Harmonis hingga ABK, Ingin Anaknya Mondok

Inneke Agustin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:09 WIB
TABAYYUN: Suasana pertemuan antara Sultan Alif Muhammad Fadilah (2 daqri kanan), pemuda yang hujat demo santri dan PCNU Kota Probolinggo, Selasa malam (22/10).
TABAYYUN: Suasana pertemuan antara Sultan Alif Muhammad Fadilah (2 daqri kanan), pemuda yang hujat demo santri dan PCNU Kota Probolinggo, Selasa malam (22/10).

MAYANGAN, Radar Bromo-Aksi Sultan Alif Muhammad Fadilah, 26, warga Wiroborang, Kota Probolinggo menghujat demo santri dukung kiai di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo di akun media sosialnya membuat sang ibu kaget.

Sang ibu bernama Mujiati pun turut meminta maaf atas apa yang dilakukan putranya itu, Selasa malam (21/10), di kantor PCNU Kota Probolinggo.

Saat menyampaikan permintaan maaf, Mujiati pun tak kuasa menahan tangis saat mendampingi anaknya.

Ia menjelaskan, Fadil tumbuh dalam keluarga yang kurang harmonis. Selain itu, Fadil juga dinilai anak memiliki kebutuhan khusus (ABK). Sehingga, perkembangannya sulit terpantau secara utuh.

“Dia anak berkebutuhan khusus. Saya sudah pernah membawanya ke dokter, tapi pengobatan tidak bisa diteruskan karena keterbatasan biaya,” terang Mujiati.

“Fadil juga anak yang tertutup, jarang bersosialisasi. Saya tidak tahu kalau dia memposting hal seperti itu karena saya tidak punya TikTok,” imbuh sang ibu.

Mujiati berharap masyarakat dapat memberikan kesempatan bagi anaknya untuk memperbaiki diri.

Ia bahkan berkeinginan agar Fadil mondok di pesantren agar lebih terarah secara spiritual dan sosial.

Fadil sendiri tercatat sebagai warga RW 15, Kelurahan Mangunharjo, Mayangan. Namun, dia tinggal di Kelurahan Wiroborang, Mayangan.

Adhyrizma, 36, ketua RW 15 mengatakan, Fadil pernah menjadi warganya. Namun, setahun terakhir ia pindah bersama ibunya ke Kelurahan Wiroborang.

“KTP-nya belum pindah, tapi sudah setahun tidak tinggal di Mangunharjo. Fadil orangnya tertutup, jarang bersosialisasi. Sementara terkait dia ABK atau tidak, saya tidak tahu pasti,” ujarnya.

Diketahui, saat ribuan santri protes dan menggelar demo di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, atas program Xpose Uncensored, Sultan Alif Muhammad Fadilah, 26, malah bersikap sebaliknya.

Melalui akun TikTok dan Instagram miliknya, dia menunjukkan sikap berseberangan. Video itupun langsung viral dan menimbulkan keresahan.

Dalam akunnya itu, Fadil menanggapi aksi damai ribuan santri di halaman DPRD Kabupaten Probolinggo yang dilakukan, Minggu (19/10).

Namun, tanggapannya disampaikan dengan kalimat-kalimat yang dinilai mengandung ujaran kebencian terhadap pesantren, kiai, santri, serta organisasi keagamaan. Khususnya Nahdlatul Ulama (NU) dan Banser.

Video itupun dengan cepat viral di berbagai platform. Sejumlah pihak menilai ucapan Fadil bukan bentuk kritik konstruktif, melainkan hinaan yang dapat memecah kerukunan sosial dan keagamaan.

Bahkan LBH Ansor Kota Probolinggo dan LBH NU langsung melaporkan akun milik Fadil itu ke Polres Probolinggo Kota. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#hujat #trans7 #abk #ujaran kebenciaan #mondok #keluarga #demo santri #ibu