Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hujat Demo Santri Bela Kiai, Warga Wiroborang Probolinggo Diamankan Polisi, lalu Minta Maaf Terbuka di Kantor PCNU

Inneke Agustin • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:26 WIB

 

MINTA MAAF: Sultan Alif Muhammad Fadilah saat meminta maaf secara terbuka di kantor PCNU, Selasa malam (22/10). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
MINTA MAAF: Sultan Alif Muhammad Fadilah saat meminta maaf secara terbuka di kantor PCNU, Selasa malam (22/10). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar BromoSaat ribuan santri protes dan menggelar demo di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, atas program Xpose Uncensored di Trans7, Sultan Alif Muhammad Fadilah, 26, malah bersikap sebaliknya.

Melalui akun TikTok dan Instagram miliknya, dia menunjukkan sikap berseberangan. Video itupun langsung viral dan menimbulkan keresahan.

Dalam akunnya itu, Fadil menanggapi aksi damai ribuan santri di halaman DPRD Kabupaten Probolinggo yang dilakukan, Minggu (19/10).

Namun, tanggapannya disampaikan dengan kalimat-kalimat yang dinilai mengandung ujaran kebencian terhadap pesantren, kiai, santri, serta organisasi keagamaan. Khususnya Nahdlatul Ulama (NU) dan Banser.

Video itupun dengan cepat viral di berbagai platform. Sejumlah pihak menilai ucapan Fadil bukan bentuk kritik konstruktif, melainkan hinaan yang dapat memecah kerukunan sosial dan keagamaan.

Bahkan LBH Ansor Kota Probolinggo dan LBH NU langsung melaporkan akun milik Fadil itu ke Polres Probolinggo Kota.

Unggahan lelaki itu dinilai melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Khususnya konten video yang dianggap menyudutkan organisasi NU dan dunia pesantren.

Polres Probolinggo Kota pun langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan tersebut. Dan Senin (20/10), Fadil diamankan ke Mapolresta.

Sehari setelahnya, yaitu Selasa  (21/10), Fadil menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di kantor PCNU Kota Probolinggo. Permintaan maaf itu disampaikan dalam forum tabayyun.

Malam itu, PCNU Kota Probolinggo mengundang Fadil untuk tabayyun. Dia datang bersama ibunya, Mujiati, 52.

Sejumlah pengurus PCNU Kota Probolinggo hadir. Termasuk pengurus MUI dan GP Ansor Kota Probolinggo.

Dalam forum itu, Fadil mengaku menyesal atas tindakannya. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada para kiai, santri, pondok pesantren, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, dan masyarakat luas.

“Saya menyadari kesalahan saya karena telah menyampaikan ujaran kebencian, penghinaan, fitnah, dan membuat kegaduhan melalui media sosial. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa lagi,” ujar Fadil. (gus/hn) 

Editor : Muhammad Fahmi
#trans7 #Xpose Uncensored #demo santri #minta maaf #uu ite #probolinggo