PAKUNIRAN, Radar Bromo- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/10) sore membuat sebuah truk sempat terjebak di aliran sungai Pancarglagas.
Truk muat batu itu kesulitan keluar dari aliran Sungai Pancargagas, Dusun Dermoyo, Desa Patemon Kulon.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan sempat menghebohkan warga sekitar. Videonya pun viral di media sosial.
Kanitreskrim Polsek Pakuniran Aipda Adi Perdana menceritakan, kejadian bermula ketika sopir truk, Zaini 28, warga Desa Betek, Kecamatan Krucil, hendak melintasi sungai.
Sungai itu, saat tak turun hujan, debit airnya memang kecil. Truk itu sendiri baru mengambil muatan batu dari tambang tradisional di pinggir sungai tersebut.
Sekitar pukul 12.00 hujan deras mulai mengguyur wilayah Pakuniran.
“Saat itu, truk Toyota Dyna bernomor polisi N 9745 UW warna kepala merah dan bak kuning mencoba menyeberangi sungai. Namun roda kendaraan terjebak di dasar sungai,” ujar Aipda Adi Perdana saat dikonfirmasi, Selasa (21/10).
Zaini sempat berusaha mengeluarkan truknya dari jebakan lumpur, namun usahanya gagal.
Mesin truk kemudian mati, sementara debit air tiba-tiba meningkat dari arah selatan.
Melihat arus sungai yang semakin deras, Zaini segera meninggalkan kendaraannya. Ia menyelamatkan diri.
“Air tiba-tiba datang cukup besar, jadi sopir langsung menyelamatkan diri. Truk akhirnya terendam hampir separo badan, terbawa arus deras, dan masih berada di lokasi hingga kini,” lanjut Aipda Adi Perdana.
Dua warga setempat, Hasan 35, dan Zainuddin 45, turut menjadi saksi mata dalam insiden tersebut.
Keduanya menyebut bahwa arus sungai meluap dengan cepat akibat curah hujan tinggi di wilayah selatan Pakuniran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta, mengingat kondisi truk yang terendam air dan belum bisa dievakuasi.
"Kami sudah mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan dokumentasi kejadian. Laporan juga sudah kami sampaikan kepada pimpinan untuk langkah penanganan selanjutnya,” tegas Aipda Adi Perdana.
Hingga Selasa sore, proses evakuasi truk belum dapat dilakukan lantaran debit air sungai masih tinggi dan arus sangat deras.
Warga diimbau untuk tidak melintas di sekitar sungai Pancar Glagas sampai kondisi benar-benar aman. (mu/mie)
Editor : Muhammad Fahmi