Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sidak Proyek Jalan-Trotoar di Pangsud dan Soetta Kota Probolinggo, Dewan Temukan Material yang Rusak, Taman Juga Ikut Rusak

Arif Mashudi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 01:28 WIB

 

 

 

DISOROT: Proyek pengerjaan jalan dan trotoar yang disidak dewan, Selasa (21/10). Proyek ini menimbulkan dampak taman tepi jalan ikut rusak. Inset, Dewan saat sidak
DISOROT: Proyek pengerjaan jalan dan trotoar yang disidak dewan, Selasa (21/10). Proyek ini menimbulkan dampak taman tepi jalan ikut rusak. Inset, Dewan saat sidak
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pengerjaan proyek Jalan Soekarno Hatta (Soetta) dan Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) Kota Probolinggo menjadi sorotan DPRD.

Pasalnya, saat inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Selasa (21/10), ditemukan bahan material (kanstin beton) yang diduga tak sesuai spesifikasi. Hampir semua kanstin beton yang terpasang maupun belum terpasang, sudah rusak.

Sidak dewan tidak menyorot soal pengerjaan proyek. Tapi bahan materialnya juga patut diduga kuat tidak sesuai spesifikasi.

Salah satunya kanstin beton yang terpasang maupun belum terpasang, sudah gumpil semua dan terlihat tidak kuat. Padahal, proyek senilai Rp 38 miliar berada di tepi jalan raya harusnya memiliki spesifikasi tinggi.

”Tadi (Selasa, red) pengawas di lapangan juga menyampaikan tidak sesuai dengan spesifikasi dan akan diganti semua. Berarti jelas, bahan material diduga kuat tidak sesuai spesifikasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan mengatakan, proyek jalan Soetta-Pangsud termasuk megaproyek di Kota Probolinggo.

Dengan anggaran sekitar Rp 40 miliar dari pusat dan dikerjakan oleh Balai Besar Jalan Nasional.

Tetapi, pihaknya tetap berkewajiban dan memiliki kewenangan mengawasi dan memonitoring pengerjaan megaproyek tersebut. Jangan sampai, anggaran reward Rp 40 miliar dari pusat untuk Kota Probolinggo, malah hasilnya tidak maksimal.

”Tadi ditemukan dugaan bahan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Sebab, bahan materialnya diantaranya kanstin beton banyak yang hancur bagian ujung dan tepinya. Padahal harusnya, kalau speknya tinggi, tahan dan kuat,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pada pengawas pelaksana proyek untuk memastikan bahan material diuji lab lebih dulu. Jangan sampai, alasan mengejar waktu pengerjaan, akhirnya bahan material tak sesuai spesifikasi dipaksa tetap dipasang.

”Kami minta segera uji lab dulu. Jika memang tidak sesuai spek, untuk dibongkar semua dan diganti dengan bahan sesuai spek,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Mudzakir dari tim Pelaksana lapangan PT. Tri Jaya Cipta Makmur mengatakan, untuk kualitas material nanti bisa dilakukan uji mutu. dari hasil uji mutu dapat mengetahui dan membuktikan sesuai spek atau tidak.

Jika hanya visual atau penglihatan, tidak bisa langsung diklaim tidak memenuhi spesifikasi.

”Biasanya dari pihak balai besar nanti ada quality control, dilakukan pengujian kualitas. Jadi nanti dari situ bisa dilihat hasilnya,” terangnya.

Ditanya soal kondisi bahan material yang sudah banyak gumpil? Pelaksana mengatakan, untuk pelaksanaan saat penurunan atau proses bongkar muat, ada benturan. ”Nah, material bisa dikatakan wajar atau tidak dari uji mutu atau uji lab,” tandasnya.

Sementara itu, PPK (pejabat pembuat komitmen) 1.1 Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Provinsi Jatim, Wibowo belum dapat dikonfirmasi. Saat sidak, tidak ada di lokasi. Jawa apos Radar Bromo berusaha konfirmasi, tak kunjung direspon.

Di sisi lain, proyek jalan dan trotoar di Jalan Soetta dan Pangsud, harus ada konsekuensi. Sebab taman tepi jalan banyak rusak dampak proyek pembangunan. Pelaksana proyek, Dinas PUPR-PKP Kota dan DLH saling lempar atas kondisi rusaknya taman tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pengerukan saluran dan trotoar yang ada di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, menyisakan kerusakan pada taman. Tidak hanya bagian tepi taman yang rusak.

Tanah galian dan bongkaran trotoar tersebut ditumpuk di taman sisi utara. Sehingga, taman-taman yang awalnya rumput hijau berubah tumpukan tanah gragal.

Muhammad Mudzakir dari tim Pelaksana lapangan PT. Tri Jaya Cipta Makmur mengatakan, dari taman yang rusak, kesepakatan dari pihak pemerintah kota (pemkot) belum diketahui. Hanya saja, pihaknya bekerja terkait metode, dan item pembayaran. Fokus pekerjaannya terkait jalan, trotoar dan pendestrian.

”Itu (kerusakan, red) kesepakatannya seperti apa, kami belum paham. Silahkan ke pihak penyelenggara atau pemerintah kota,” katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Taufik Hidayat yang hadir giat sidak komisi III mengatakan, untuk soal kerusakan taman menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Supaya, anggaran kegiatan pada DLH bisa terserap. ”Biar ditangani DLH, supaya ada kegiatan DLH,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pernyataan itu dibantah kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari. Ia mengatakan, tidak ada anggaran untuk perbaikan taman yang rusak akibat proyek jalan tersebut pada DLH.

Pihaknya juga belum merencanakan untuk perbaikan ataupun pemeliharaan taman tersebut.

”DLH tidak punya anggaran untuk revitalisasi taman yang terdampak proyek. Masih akan kami koordinasikan  kembali dengan pimpinan proyek,” tegasnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#jalan panglima sudirman #jalan soekarno hatta #Kota Probolinggo #pembangunan #proyek jalan #bbpjn