Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ratusan Pohon di Alun-Alun Probolinggo yang Ditebang Terimbas Revitalisasi hanya Terjual Rp 28 Juta

Arif Mashudi • Minggu, 19 Oktober 2025 | 12:40 WIB

 

 

DIREVITALISASI: Kondisi pepohonan di Alun-alun Probolinggo yang ditebang terimbas revitalisasi.
DIREVITALISASI: Kondisi pepohonan di Alun-alun Probolinggo yang ditebang terimbas revitalisasi.

MAYANGAN, Radar Bromo - Sebanyak 161 pohon di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo yang ditebang, langsung dilelang.

Namun, ratusan pohon angsana dan mahoni yang berusia puluhan tahun itu hanya terjual Rp 28 juta.

Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari megatakan, pohon-pohon tersebut sudah dilelang dalam mini kompetisi.

Ada Sembilan peserta yang menawar untuk membeli kayu tersebut.

Sampai akhirnya ditetapkan pemenangnya yaitu peserta dengan tawaran harga tertinggi, yaitu Rp 28 juta.

”Untuk kayu sudah terjual Rp 28 juta, sesuai penawaran tertinggi. Sudah dibayarkan dan kami minta segera diangkut supaya tidak mengganggu pengerjaan revitalisasi alun-alun,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan mengatakan, pihaknya akan mengecek lagi kondisi pohon-pohon yang ditebang tersebut.

Termasuk mengklarifikasi tentang jenis dan ukuran pohon yang ditebang tersebut ke DLH.

”Kami juga akan meminta pada DLH untuk memastikan bahwa kawasan alun-alun tetap menjadi ruang terbuka hijau Jota Probolinggo. Jangan sampai setelah ratusan pohon itu ditebang, alun-alun malah tidak rindang,” tegasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi sisi timur dan selatan Alun-Alun Kota Probolinggo saat ini gersang. Begitu juga di sisi barat dan utara.

Hampir semua pohon di kawasan itu ditebang. Padahal, sesuai perencanaan Dinas PUPR-PKP, pengerjaan revitalisasi alun-alun diperkirakan hanya menebang 57 pohon.

Namun kenyataannya di lapangan, total ada 161 pohon yang ditebang.

”Memang ada 161 pohon yang ditebang dalam pengerjaan revitalisasi alun-alun tahun ini. Sebanyak 150 pohon jenis angsana dan 11 pohon jenis mahoni,” terang Retno.

Menurutnya, ratusan pohon jenis angsana dan mahoni tersebut sudah berusia puluhan tahun.

Namun, dua jenis pohon itu terpaksa ditebang. Sebab, akarnya menjalar dan merusak trotoar hingga drainase.

Nantinya, kawasan itu akan ditanami dengan pohon pengganti yang sudah besar atau tinggi. Sehingga, fungsi ruang terbuka hijau alun-alun tetap terjaga.

”Nantinya, pohon-pohon yang ditebang itu akan diganti dengan 142 pohon jenis jacaranda pule. Pohon ini berakar tunggal, sehingga akarnya tidak merusak. Tapi tetap bisa meneduhkan alun-alun sebagai ruang terbuka hijau,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#revitalisasi #penebangan pohon #alun-alun #probolinggo