Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nelayan Randuputih-Jabung Sisir Nyaris Bentrok Gara-gara Ini

Inneke Agustin • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 00:12 WIB

 

KONFLIK PERAIRAN: Perselisihan antara nelayan Desa Randuputih, Kecamatan Dringu dan Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo berakhir damai.
KONFLIK PERAIRAN: Perselisihan antara nelayan Desa Randuputih, Kecamatan Dringu dan Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo berakhir damai.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Dua kelompok nelayan dari Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, dan Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, sempat berselisih.

Persellisihan itu tak sampai melebar karena  akhirnya berakhir damai.  Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan setelah dimediasi oleh jajaran Posal (Pos Angkatan Laut) Paiton dan Polsek Paiton, Jumat (16/10).

Kejadian bermula saat kapal KM Berhasil, yang dinakhodai Hendrik, 30, warga Desa Randuputih, tengah mencari ikan di perairan pesisir Jabung Sisir dengan menggunakan jaring bolga. Kapal tersebut beroperasi pada jarak sekitar satu mil dari bibir pantai, atau masih di bawah batas empat mil laut.

Namun, jaring yang ditebar Hendrik tanpa sengaja mengenai rumpon milik warga setempat, hingga menyebabkan kerusakan. Salah satu rumpon yang rusak diketahui milik Sukris, 45, warga Desa Jabung Sisir.

“Jaring bolga milik Hendrik mengenai rumpon warga. Karena jaraknya terlalu dekat dengan rumpon, akhirnya merusak rumpon,” jelas Danposal Paiton, Kapten Laut (P) Abson Nizam.

Mengetahui rumponnya rusak, Sukris naik pitam. Ia lantas memotong jaring bolga milik Hendrik menggunakan sabit, hingga jaring itu ikut rusak.

Aksi spontan tersebut memicu kemarahan Hendrik dan kru kapalnya. Mereka lalu menyerang Sukris, yang berhasil melarikan diri ke daratan dan meminta bantuan warga setempat.

Tak berhenti di situ, Hendrik kemudian meminta bantuan rekan sesama nelayan yang tengah mencari ikan di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Beberapa kapal ikut merapat untuk membantu, di antaranya KM Mawar Arum, KM Mawar, KM Aoleng 2, dan KM Sungging.

“Mereka berencana mencari orang yang merusak jaringnya (Sukris, Red) dan menuntut ganti rugi,” tutur Abson.

Namun ketika rombongan nelayan dari Randuputih tiba di pesisir Jabung Sisir, warga setempat sudah bersiaga.

Sekitar 50 nelayan Randuputih, 8 pemilik rumpon dan 60 warga Jabung Sisir sempat terlibat adu mulut di tepi pantai. Situasi sempat memanas dan berpotensi ricuh.

Beruntung, pihak Pos Kamladu Paiton bersama Polsek Paiton sigap turun tangan meredam ketegangan.

Mediasi kemudian digelar di halaman rumah Sukris. “Kami mempertemukan kedua pihak dan memfasilitasi mediasi agar tidak berlanjut ke tindakan anarkis. Akhirnya keduanya sepakat berdamai,” ujarnya.

Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak sepakat memperbaiki kerusakan alat tangkap masing-masing secara mandiri.

Mereka juga menyadari bahwa tindakan main hakim sendiri, baik berupa perusakan maupun kekerasan, adalah pelanggaran hukum.

“Kami sampaikan bahwa semua bentuk perusakan dan kekerasan ada sanksinya. Untungnya mereka mau menerima dan menyelesaikan secara baik-baik,” tambah Abson.

Selain itu, nelayan kapal bolga dari Randuputih berjanji untuk tidak lagi menangkap ikan di bawah batas empat mil laut, serta mematuhi aturan penangkapan ikan di wilayah perairan Kabupaten Probolinggo.

Abson pun mengimbau agar ke depan masyarakat melaporkan setiap pelanggaran jalur tangkap daripada bertindak sendiri.

“Kalau masih ada kapal bolga yang melanggar jalur, akan kami tindak bersama Kamla Paiton dan Satpolairud Probolinggo,” tegasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#nelayan #kapal bolga