PROBOLINGGO, Radar Bromo - Seorang dokter perempuan asal Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, berinisial AF, 30, nyaris celaka. Rabu (15/10) petang, ia ditodong seorang pria ketika baru saja keluar dari tempat kerjanya di sebuah klinik di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Probolinggo.
Sekitar pukul 18.30, seorang warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Arif, 49, mendadak menyerangnya. Aksi tak terduga ini sontak menghebohkan warga dan pengguna jalan.
Salah seorang karyawan angkringan tak jauh dari lokasi kejadian, Muhammad Fahril, 20, mengatakan, sebelumnya terduga pelaku sempat duduk di angkringan tempatnya bekerja. Ia belum sempat memesan makanan ataupun minuman. “Dia datang sendirian, jalan kaki, dan cuma duduk sekitar lima belas menit,” ujar pria yang akrab disapa Aril ini.
Aril mengatakan, terduga pelaku memang sering nongkrong di angkringannya. Sejak sekitar empat bulan lalu, dalam seminggu bisa sampai empat kali. Karena sering datang, wajahnya sudah tak asing bagi warga sekitar.
Kala itu, tidak ada yang curiga dengan gerak-gerik terduga. Ia kemudian beranjak, menyeberang jalan, dan menghampiri korban yang baru saja keluar dari klinik. “Dokter itu hendak pulang, sekitar pukul 18.30. Dia berjalan menuju mobilnya,” terang Satpam Klinik Slamet Wiyoto.
Mobil korban diparkir sekitar lima meteran di utara gerbang utama klinik. Ketika korban masuk mobil, terduga pelaku tiba-tiba ikut masuk melalui pintu lainnya. Lantas menyergap korban dari belakang. Tangan kanannya melingkar di leher korban, sementara tangan satunya menodongkan sebuah benda ke arah pinggang sang dokter.
“Sambil bilang ‘tak pistol, tak pistol.’ Awalnya dikira bawa senjata api beneran, tapi ternyata cuma palu,” jelas Slamet.
Panik, korban langsung berteriak minta tolong. Saat terduga pelaku lengah, dokter berhasil kabur sambil berteriak minta tolong. Warga di sekitar lokasi berdatangan dan memberikan pertolongan.
Melihat banyak orang datang, pelaku kabur ke utara, lalu berbelok ke timur, masuk Gang Palem. Ia juga beberapa kali mengayunkan palu ke arah warga yang berusaha menangkapnya.
Aksi kejar-kejaran berakhir sekitar 200 meter dari terduga pelaku berlari. Warga yang semakin banyak berhasil mengepungnya. “Saat kami periksa, tidak ada senjata tajam. Hanya palu. Juga tidak ada barang yang diambil dari korban,” ujar Slamet.
Rupanya, sejumlah warga emosi. Pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga terluka di bagian kepala. Tak lama berselang, anggota Polsek Subsektor Kanigaran yang kebetulan berpatroli mengamankannya ke Mapolres Probolinggo Kota.
Hingga berita ini ditulis, Kamis (16/10) sore, terduga masih dalam pemeriksaan kepolisian. Belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti. Berupa palu, lakban, handphone, dan pakaian milik terduga pelaku. Ada juga rekaman video.
“Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan sementara adalah tindak pemerasan karena berdasarkan keterangan korban, terduga pelaku sempat memberi ancaman dan meminta korban menyerahkan harta bendanya,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Zaenal Arifin. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando