KADEMANGAN, Radar Bromo- Perjalanan pasangan suami-istri (pasutri) Subandi, 67 dan Parina, asal Kabupaten Jember menuju Kota Surabaya, berubah duka.
Subandi meninggal dunia setelah kejang di bus Rabu (15/10), sekitar pukul 13.00.
Mereka penumpang bus Bagong bernomor polisi L 7631 UG. Kapolsek Kademangan Kompol Suharsono mengatakan, korban bersama istrinya berangkat dari Jember hendak menyambangi anaknya di Surabaya.
Ketika bus melintas di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, korban tiba-tiba kejang.
“Mengetahui itu, petugas bus segera menghubungi petugas Terminal Bayuangga untuk meminta pertolongan,” ujar Suharsono.
Sesampai di Terminal Bayuangga Kota Probolinggo, petugas terminal langsung mengecek kondisi korban.
“Saat pertama kali diperiksa, korban masih memiliki denyut nadi, sehingga kami larikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh,” ujar Kepala UPT Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo.
Namun, takdir berkata lain. Subandi mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Begitu tiba di rumah sakit, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke kamar jenazah untuk penanganan lebih lanjut,” kata Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Nur Wasis.
Wasis menambahkan, dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan pada tubuh korban.
“Menurut keterangan keluarga, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung selama lebih dari lima tahun. Bahkan sebelum berangkat, beliau sempat mengonsumsi obat jantung,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi