KANIGARAN, Radar Bromo - Gerbong mutasi di tubuh Korps Adhyaksa, kembali bergulir. Dodik Hermawan, yang baru 1 tahun 4 bulan duduk di kursi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo ikut terkena mutasi.
Dodik dipindah menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jogjakarta.
Dodik menggantikan posisi Muhammad Anshar Wahyuddin yang berpindah tugas ke Badan Diklat Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Sedangkan, posisi Kajari Kota Probolinggo digantikan oleh Lilik Setiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Aceh Tenggara.
Diketahui, Dodik menjabat Kajari Kota Probolinggo sejak akhir Juni 2024. Selama ini, Dodik gencar membuat terobosan, inovasi di bidang intel, bidang datum, pelayanan hukum.
Selain itu, di era kepemimpinan Dodik, Kejari juga mengungkap dan membongkar kasus-kasus korupsi di Kota Probolinggo. Bahkan, dua kasus dugaan korupsi tengah masuk tahap penyidikan.
“Untuk masalah mutasi, kami tetap menunggu pelantikan. Yang pasti, bidang Pidsus Kejari Kota Probolinggo tahun ini sedang melakukan penyidikan dua perkara dugaan tindak pidana korupsi. Satu perkara terkait kegiatan pekerjaan di salah satu OPD Pemkot Probolinggo. Satu lagi dugaan korupsi dana hibah KONI,” ujar Dodik.
Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Herdiawan Prayudi membenarkan adanya Surat Keputusan Jaksa Agung RI tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejari.
Salah satunya, Dodik dipromosikan sebagai Aspidsus Kejati Jogjakarta. “Alhamdulillah, beliau mendapatkan amanah di tempat baru. Promosi jabatan sebagai asisten pidana khusus di Kejati Jogjakarta,” katanya.
Ia menerangkan, selama ini, Dodik berupaya maksimal di semua bidang Kejari.
Seperti bidang pidsus, kini sudah ada dua produk tahap penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi. Kemudian, penyelamatan uang negara bidang pidsus total Rp 300 juta.
”Bidang datun juga beliau sangat gencar selamatkan keuangan negara. Tahun 2024 kemarin, pemulihan keuangan mencapai sekitar Rp 1,7 miliar dan tahun 2025 Rp 1,5 miliar. Ditambah menyelamatkan keuangan negara di tahun 2025 mencapai Rp 26,4 miliar melalui bantuan hukum litigasi PTUN,” terangnya.
Selain itu dikatakan Kasi Intel, berbagai inovasi dan pogram layanan pun bermunculan di Kejari Kota Probolinggo selama 1 tahun 4 bulan ini.
Mulai dari program festival literasi hukum dengan berbagai kompetisi sekolahan se-Kota Probolinggo, pojok JPN (Jaksa Pengacara Negara), program PERISAI (isbat nikah dan perwalian anak), program JUARA (Jaksa Peduli Aset Negara ), program NGOPI AJA (Ngobrol Bareng Jaksa/ Konsultasi Hukum Gratis) dan layanan aplikasi pengambilan dan pengantaran barang bukti gratis.
”Alhamdulillah, di Kota Probolingog sudah berhasil membentuk rumah RJ secara serentak yang ada di seluruh kelurahan se-Kota Probolinggo. Berbagai penghargaan juga diterima pak Kajari, salah satunya Radar Bromo Awards 2025 atas inovasi PERISAI,” terangnya. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi