PROBOLINGGO, Radar Bromo-Tiga siswa SMP Negeri 1 Kota Probolinggo dinyatakan positif menderita demam berdarah dengue (DBD).
Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Probolinggo bersama Puskesmas Sukabumi langsung melakukan fogging di seluruh area sekolah, Jumat (10/10).
Wakil Kepala SMPN 1 Kota Probolinggo Aldila Santy Aprilia menjelaskan, kegiatan belajar mengajar (KBM) hari itu dilakukan secara belajar dari rumah (BDR). Tujuannya, untuk memberi ruang pelaksanaan fogging secara menyeluruh di sekolah.
“Fogging dilakukan ke seluruh area sekolah tanpa terkecuali. Mulai dari ruang kelas, halaman, hingga kantin. Karena itu, hari ini siswa belajar dari rumah,” ujarnya.
Menurut Aldila, tiga siswa yang terkonfirmasi positif DBD berasal dari kelas 7 dan 8. Sementara beberapa siswa lain juga mengalami demam.
Langkah fogging diambil sebagai bentuk antisipasi agar penyebaran nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan demam berdarah, dapat segera dikendalikan.
Kegiatan fogging dimulai sejak pukul 07.00 hingga 08.30. Melibatkan tim teknis dari Puskesmas Sukabumi serta petugas dari Dinas Kesehatan dan P2KB.
Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi membenarkan pelaksanaan fogging tersebut.
Menurutnya, fogging dilakukan setelah ada laporan bahwa sejumlah siswa di sekolah itu mengalami demam tanpa sebab yang jelas.
“Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE), ditemukan indikasi demam berdarah. Sehingga diputuskan untuk dilakukan fogging di lingkungan sekolah,” terangnya.
Intan menambahkan, SMPN 1 menjadi satu-satunya sekolah di Kota Probolinggo yang di-fogging pekan ini.
Selanjutnya, pada hari Sabtu (11/10), fogging juga akan dilakukan di wilayah PKM Ketapang, meski bukan di kawasan sekolah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Probolinggo, selama lima bulan terakhir, tercatat 130 kasus DBD di Kota Probolinggo.
Rinciannya, Mei sebanyak 35 kasus; Juni, 26 kasus; Juli, 36 kasus; Agustus, 19 kasus; dan September, 11 kasus.
“Dengan tambahan tiga kasus dari SMPN 1, totalnya menjadi 130 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Kanigaran,” pungkas Intan. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi