Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DPRD Sarankan Pelaksana Tambah Pekerja dalam Proyek Rumdin Wawali Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:00 WIB
LIHAT LANGSUNG: Komisi III DPRD Kota Probolinggo, mengecek langsung pengerjaan proyek rehabilitas Rumdin Wawali Kota Probolinggo, Kamis (9/10).
LIHAT LANGSUNG: Komisi III DPRD Kota Probolinggo, mengecek langsung pengerjaan proyek rehabilitas Rumdin Wawali Kota Probolinggo, Kamis (9/10).

MAYANGAN, Radar Bromo- Komisi III DPRD Kota Probolinggo juga mengunjungi proyek rehabilitasi Rumah Dinas Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo. Namun, mereka tidak bertemu pelaksana atau penanggung jawab proyek.

Rombongan para wakil rakyat ini hanya bertemu konsultas perencanaan dan konsultan pengawas.

Sedangkan, pihak pelaksana CV Sexy Road Indo asal Gorontalo, tidak ada di lokasi. Komisi III banyak memberikan catatan terhadap proyek senilai Rp 777 juta ini.

Mengetahui kedatangan rombongan Komisi III, pihak pekerja dan konsultan pengawas berusaha menghubungi pelaksana untuk datang ke lokasi proyek.

Namun, ditunggu hampir 1 jam hingga rombongan Komisi III keluar dari lokasi proyek, pelaksana belum datang.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo Heri Poniman mengatakan, sidak rehabilitasi rumdin wawali dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengerjaannya.

Meski sejauh ini pengerjaannya disebut surplus, pihaknya tetap meminta pelaksana untuk menambah pekerja dan mempercepat pekerjaannya.

Jika tidak dilakukan, Poniman mengatakan, proyek ini rawan molor. “Progres pekerjaan ini dibilang surplus, karena kontruksi tiang penyangganya sudah berdiri. Tetapi, untuk pekerjaan di atasnya dan finishing-nya butuh waktu lama,” katanya.

Poniman mengatakan, catatan lain yang harus menjadi perhatian serius penyedia dan Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo adalah tidak adanya pelaksana proyek di lokasi. Papan proyek juga tidak terpasang. Termasuk, kecelamatan dan kesehatan kerja (K3) juga harus diterapkan.

“Saya minta tenaga kerja ditambah. Saya lihat hanya berapa orang yang bekerja dan semuanya dilakukan manual,” ujarnya.

Konsultan pengawas proyek rehabilitasi rumdin wawali ini enggan memberikan keterangan. Sedangkan, pelaksana proyek dari CV Sexy Road Indo asal Gorontalo, hingga siang tidak ada di lokasi. (mas/rud)

 

Editor : Ronald Fernando
#wawali #rumah dinas #Kota Probolinggo #dprd kota probolinggo