Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Poros Desa Sumberdawe Maron di Probolinggo Makin Nyaman

Achmad Arianto • Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:00 WIB

 

JALAN POROS: Beberapa pekerja sedang mengaspal jalan RT 6,7, dan 9/RW 3-4, Dusun Krajan 2.
JALAN POROS: Beberapa pekerja sedang mengaspal jalan RT 6,7, dan 9/RW 3-4, Dusun Krajan 2.

 

 

Pembangunan berkelanjutan dilakukan Pemerintah Desa Sumberdawe, Kecamatan Maron. Beberapa hal yang menjadi sasaran pembangunan, namun infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi sasaran utama pembangunan desa.

JALAN yang nyaman menjadi harapan masyarakat desa. Khususnya mereka yang tinggal di pelosok desa. Pasalnya ruas jalan yang kurang nyaman membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Kondisi demikian bisa menjadi lebih parah saat masuk musim hujan ruas jalan akan menjadi licin sehingga membahayakan pengguna jalan.

Kepala Desa Sumberdawe Taufik mengatakan, pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas jalan desa. Rencana tersebut harus dilaksanakan secara bergantian. Sebab ketersediaan anggaran pembangunan cukup terbatas.

Untuk menentukan sasaran pembangunan yang tepat harus melalui pertimbangan yang matang.

Pertimbangan tersebut kemudian disampaikan melalui musyawarah desa. Hal ini untuk menentukan titik-titik pembangunan fisik yang akan dilaksanakan.

“Masyarakat hingga kini masih menginginkan infrastruktur yang layak, aman dan nyaman. Anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Desa begitu terbatas sehingga realisasinya dilakukan secara bergantian,” katanya.

Tahun ini Pemerintah Desa Sumberdawe telah merealisasikan pengaspalan jalan lapen sepanjang 240 meter di RT 6,7, dan 9/RW 3-4, Dusun Krajan 2.

Ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan tersebut merupakan jalan poros desa. Menghubungkan antardusun dan menjadi akses menuju pemukiman yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga.

Selain itu juga menjadi akses menuju pendidikan dan areal pertanian yang menjangkau puluhan hektare sawah milik warga.

MENGABDI: Kepala Desa Sumberdawe Taufik saat ditemui di Kantor Desa.
MENGABDI: Kepala Desa Sumberdawe Taufik saat ditemui di Kantor Desa.

Taufik menambahkan, pembangunan jalan yang dilakukan berkonstruksi aspal lapisan penetrasi (lapen) sebab struktur dasar aspal yang sebelumnya dibangun masih cukup baik.

Hanya saja telah mengalami pengelupasan di permukaan dan ada beberapa lubang akibat masa penggunaan jalan yang lama. Ini terjadi karena cuaca dan waktu hingga akhirnya rusak dan memerlukan pemeliharaan.

“Ruas jalan yang telah direncanakan sudah selesai dibangun. Sebelumnya jalan pernah diaspal tapi karena sering dilintasi kendaraan akhirnya mengalami kerusakan. Namun demikian masih memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan lapen,” terangnya.

Segera Realisasikan Penggemukan Sapi untuk Ketahanan Pangan

PROGRAM ketahanan pangan akan menghasilkan keuntungan maksimal jika dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini tentunya perlu dilakukan perencanaan dan persiapan yang matang.

Karenanya Pemerintah Desa sering menjadikan potensi alam dan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai dasar untuk merintis program ketahanan pangan.

Kepala Desa Sumberdawe Taufik mengatakan bahwa ketahanan pangan berbasis potensi desa akan memberikan hasil yang maksimal.

Karena itulah pemerintah desa merealisasikan program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi.

Program ini dipilih oleh pemerintah desa dengan dua pertimbangan mulai dari banyak ketersediaan pakan yang cukup di wilayah desa. Baik pakan berupa rerumputan atau dedaunan yang tumbuh liar. Serta SDM warga yang sudah terbiasa memelihara sapi sehingga mampu mengelola penggemukan sapi tersebut.

“Setelah melalui beberapa pertimbangan penggemukan sapi kami pilih. Ketahanan pangan direalisasikan melalui BUMDes,” katanya.

Dengan anggaran yang telah dimiliki, program ketahanan pangan tersebut akan direalisasikan secara bertahap.

Sapi yang akan digemukkan berusia diatas 1 tahun. Penggemukan memiliki target paling cepat 6 bulan setelah masuk kandang, kemudian sapi sudah bisa dijual. Sehingga perputaran modal bisa dilakukan secara cepat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggemukan sapi. Pertama pakan untuk sapi harus tersedia dengan baik dengan jadwal pemberian pakan 2 kali sehari yakni pagi dan sore hari. Kemudian diberikan minum yang cukup agar sapi tidak dehidrasi.

Selain itu higiene sanitasi tubuh sapi dan kandang juga perlu diperhatikan. Pasalnya hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan ternak.

“Untuk mensukseskan ketahanan pangan penggemukan sapi kami sudah menganggarkan Rp 167 juta. Kandang akan dibangun di Dusun Krajan 2,” bebernya.

DIBENAHI: Beberapa pekerja sedang membangun sebuah RTLH di Dusun Krajan 2. Pembangunan RLTH menjadi program berkelanjutan pemerintah desa.
DIBENAHI: Beberapa pekerja sedang membangun sebuah RTLH di Dusun Krajan 2. Pembangunan RLTH menjadi program berkelanjutan pemerintah desa.

Taufik menambahkan program ketahanan pangan akan diawasi secara berkala. Pengecekan kondisi sapi juga akan dilakukan secara rutin. Hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan dan berat badan sapi lebih terkontrol. Dengan demikian hasil perolehan penggemukan sapi lebih maksimal.

“Program ketahanan pangan bertahap kami realisasikan. Anggaran yang dimiliki nanti akan digunakan untuk pembangunan kandang, pengadaan sapi, dan biaya operasional lainnya,” ungkapnya.

Rencana Pembangunan Tahun 2025

 (ar/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#transparansi desa #kecamatan maron #desa sumberdawe