PEMERINTAH Desa Wonorejo, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha merealisasikan pembangunan dan program strategis pemerintah.
Secara bertahap program pembangunan fisik dan ketahanan pangan dilaksanakan secara berimbang.
Ketahanan pangan menjadi salah satu program penting yang dijalankan pemerintah desa di Kabupaten Probolinggo. Seperti dilakukan Pemerintah Desa Wonorejo, Kecamatan Maron.
Bendahara Desa Wonorejo Bahrawi mengatakan, pihaknya begitu mempertimbangkan kondisi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam mewujudkan program desa.
Termasuk program ketahanan pangan. Karena ditargerkan unit usaha harus bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa (PADes).
Akhirnya, pihaknya memutuskan menjalankan program ketahanan pangan dengan budi daya bebek petelur.
“Ketahanan pangan yang dijalankan saat ini bebek petelur. Untuk menyukseskan program ketahanan pangan dianggarkan Rp 229 juta. Pengelolaannya melalui BUMDes,” katanya.
Direktur BUMDes Wonorejo Kurnia Dewi mengatakan, bebek petelur direalisasikan sejak Mei 2025.
Pengelola membangun kandang bebek semipermanen di RT 13/RW 4, Dusun Gading. Di dalamnya diisi 225 ekor bebek.
Dewi memastikan, budi daya bebek petelur memiliki prospek bagus. Saat bebek telah masuk usia produksi, dari ratusan bebek ini bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan butir telur per hari. Hasilnya, bisa langsung dijual tanpa pengolahan lebih lanjut.
Namun, jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik, telur bisa diolah dulu. Misalnya, menjadi telur asin. Dengan demikian, nilai jualnya makin tinggi.
“Telur bebek yang dihasilkan, kami lakukan dua cara penjualan. Mulai dari jual langsung tanpa pengolahan dan telur asin. Tetapi, mayoritas kami proses lebih lanjut menjadi telur asin,” ucapnya.
Meski masih baru, budi daya bebek ini mulai mendapatkan ruang di hati konsumen. Peminat telurnya banyak. Baik konsumen yang membeli telur tanpa diolah, maupun yang sudah dijadikan telur asin.
“Saat ini kami masih fokus pada sistem penjualan secara konvensional. Sistem pembeliannya langsung datang ke tempat produksi. Kalau telur asin dikirim ke tempat-tempat (warung) makan dan toko yang memesan serta yang sudah berlangganan,” jelasnya.
Tiga Jalan Permukiman Makin Baik
Berada tidak jauh dari ruas jalan menuju Kecamatan Maron, membuat wilayah Desa Wonorejo harus memiliki infrastruktur yang baik.
Termasuk jalan menuju permukiman penduduk dan lahan pertanian. Kondisinya harus baik dan nyaman dilintasi.
Sekretaris Desa Wonorejo Bambang Sutejo mengatakan, pemerintah desa berkomitmen terus meningkatkan kualitas jalan yang menjadi kewenangannya.
Dengan keterbatasan anggaran desa, membuat realisasi rencana pembangunan harus dilakukan secara bertahap.
Realisasi pembangunan dilakukan secara kondisional. Menyesuaikan tingkat kerusakan dan volume pengguna jalan.
“Hingga kini pembangunan infrastruktur masih menjadi perhatian. Setiap tahun kami membangun jalan. Kami menargetkan jalan desa semuanya nyaman," katanya.
Tahun ini, Pemerintah Desa Wonorejo membangun tiga ruas jalan. Meliputi jalan sepanjang 270 meter di RT 16/RW 5, Dusun Gading; sepanjang 137 meter di RT 26/RW 8, Dusun Liyun; dan sepanjang 51,9 meter di RT 10/RW 3, Dusun Candi.
Tiga jalan ini merupakan akses menuju permukiman penduduk sekaligus jalan usaha tani. Semuanya dipaving.
“Kami pilih paving karena cocok dengan lingkungan sekitar. Jika ada kerusakan, lebih mudah diperbaiki. Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang banyak,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah desa juga secara bertahap melakukan pengadaan penerangan jalan umum (PJU) solar cell. Sebab, masih banyak ruas jalan desa yang belum dilengkapi dengan PJU.
Ketika malam, kondisi jalan menjadi remang-remang dan gelap. Berpotensi menjadi tempat terjadinya kriminalitas jalanan. PJU ini nantinya akan dipasang merata di seluruh dusun.
“Secara bertahap kami melakukan pengadaan 20 unit PJU solar cell. Adanya penerangan jalan, juga untuk meminimalisasi terjadinya aksi kejahatan saat malam,” ujarnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Pavingisasi 3 ruas jalan. Meliputi ruas jalan di RT 16/RW 5, Dusun Gading; RT 26/RW 8, Dusun Liyun; dan RT 10/RW 3, Dusun Candi.
- Pengadaan 20 unit PJU solar cell.
- Membangun 3 unit RTLH.
- Ketahanan pangan bebek petelur.