PEMERINTAH Desa Puspan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, berusaha membangun desanya secara merata.
Karenanya, program ketahanan pangan dan pembangunan fisik direalisasikan secara bersamaan.
Program ketahanan pangan tidak bisa serta merta dijalankan. Butuh pertimbangan matang untuk merealisasikannya.
Salah satunya potensi desa dan masalah sumber daya manusia (SDM) pengelolanya.
Seperti dilakukan Pemerintah Desa Puspan yang kini merealisasikan program ketahanan pangan dengan beternak kambing.
Bendahara Desa Puspan Dewi Mulyani mengatakan, pemerintah desa begitu serius merealisasikan program ketahanan pangan.
Untuk menyukseskannya, pemerintah desa mengalokasikan anggaran Rp 164 juta. Anggaran ini digunakan untuk membeli kambing dan biaya operasional.
“Sudah kami pertimbangkan. Baik dari sisi potensi desa maupun SDM-nya. Ketahanan pangan yang cocok adalah peternakan kambing,” katanya.
Unit usaha ini dikelola oleh BUMDes Puspa Indah. Saat ini pengelola unit usaha membesarkan 18 ekor kambing di kandang komunal di RT 5/RW 3, Dusun Krajan.
Kambing yang pelihara diberi pakan kombinasi khusus, berupa hijauan. Dengan pakan ini kebutuhan nutrisi kambing lebih terjaga.
Dewi mengatakan, saat ini pengelola masih fokus terhadap pembesaran dan pengembangbiakan kambing. Belum menyasar penjualannya.
“Kandang kambing dibuat komunal. Tapi, setiap populasinya disekat. Agar lebih terjaga, sehingga proses pembesarannya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Targetkan Jalan Poros Desa Lebih Nyaman
Infrastruktur terus menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Puspan. Alasannya, masih banyak infrastruktur yang belum layak. Bahkan, perlu dibangun karena kondisinya sudah rusak.
Bendahara Desa Puspan Dewi Mulyani mengatakan, pemerintah desa telah menampung seluruh aspirasi warga. Usulan pembangunan dipetakan berdasarkan kebutuhan dan kondisi infrastruktur. Namun, tahun ini hanya satu jalan yang menjadi sasaran pembangunan.
“Masih banyak usulan warga yang menginginkan pembangunan jalan desa. Namun, karena anggarannya terbatas, saat ini hanya ada satu jalan yang bisa dibangun,” katanya.
Jalan yang menjadi sasaran pembangunan itu sepanjang 221 meter di RT 6/RW 3, Dusun Krajan. Jalan dirabat beton karena sebelumnya belum pernah dibangun. Juga sering dilintasi warga dan kendaraan bermuatan hasil panen.
Jalan ini merupakan akses penting. Menjadi akses menuju permukiman dan lahan pertanian. “Jalan sudah selesai dibangun. Sudah dimanfaatkan oleh warga. Kini, kondisinya sudah nyaman,” ucapnya.
Pemerintah desa juga berencana membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sasarannya 3 rumah warga yang kurang mampu. “RTLH ini merupakan program berkelanjutan. Tahun ini ada 3 unit yang akan dibangun. Lokasinya di Dusun Krajan dan Dusun Kramat,” ujarnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Merabat beton jalan di RT 6/RW 3, Dusun Krajan
- Membangun tempat sampah di RT 6/RW 3, Dusun Krajan.
- Membangun 2 irigasi.
- Membangun 3 unit RTLH.
- Merealisasikan program ketahanan pangan peternakan kambing.