PROBOLINGGO, Radar Bromo-Bupati Probolinggo dr. Muhammad Haris melantik serta mengambil sumpah/ janji jabatan kepada 130 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Pelantikan perdana sejak Gus Haris –sapaan akrab Bupati Probolinggo- dirinya menjabat Bupati pada 20 Februari 2025 itu digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (6/10).
Disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra dan Sekretaris Daerah Ugas Irwanto.
Dari jumlah tersebut, 69 orang merupakan pejabat administrator (Eselon III) dan 61 orang pejabat pengawas (Eselon IV).
Mereka menempati posisi baru dalam rangka memperkuat struktur birokrasi dan memaksimalkan potensi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas
Pada kesempatan yang sama, Bupati Haris turut menyematkan tanda jabatan kepada para camat yang baru dilantik. Di antaranya, Camat Lumbang Budi Utomo, Camat Pakuniran Hasan Zainuri, Camat Wonomerto Rasyidhi, Camat Leces Muhammad Sigit Pujotomo.
Selanjutnya, Camat Maron Nurhafiva, Camat Besuk Handik Hariyanto, Camat Paiton Abdul Bari, serta Camat Gading Erwin Yulianto
Dalam arahannya Bupati Gus Haris menegaskan pentingnya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan bersih. Sesuai semangat tagline SAE (Sejahtera, Amanah, Religius dan Eksis Berdaya Saing) Kabupaten Probolinggo.
“Kita punya pekerjaan rumah besar. Salah satunya membangun pemerintahan yang SAE. Saya titip agar dijalankan dengan transparan dan akuntabel. Ini akan terus kita evaluasi ke depan,” katanya.
“Selamat kepada pejabat yang dilantik. Kita berusaha meletakkan pondasi the right man on the right place. Tidak perlu dihebohkan, karena mutasi jabatan adalah hal yang biasa, tapi jadilah bagian dari orkestra yang harmonis, saling mengisi, dan bekerja lurus,” pesan Bupati Haris
Gus Haris juga menyelipkan tiga pesan penting bagi para pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan agar setiap pejabat menjalankan tugas dan jabatan dengan hati, bukan sekadar rutinitas.
“Berangkatlah kerja dengan niat berkhidmat kepada Kabupaten Probolinggo. Jabatan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian tidak boleh padam,” ujarnya.
Kemudian ia juga menekankan pentingnya kolaborasi. Ia meminta agar seluruh aparatur membangun sinergi dan komunikasi antarsesama organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya tidak ingin lagi melihat adanya ego sektoral, karena semua persoalan hanya bisa kita selesaikan dengan kerja sama,” tegasnya.
Terakhir, ia menyoroti soal integritas. Jabatan bukan untuk meninggikan hati atau melupakan jati diri.
“Sampai detik ini, saya merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari jabatan ini, karena amanahnya sangat berat. Yang seharusnya kita banggakan adalah sejauh mana kita memberi manfaat bagi Kabupaten Probolinggo,” pesannya. (dik/*)
Editor : Muhammad Fahmi