Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sukses Disdikbud Ramaikan Rangkaian Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Libatkan Lembaga Pendidikan, Sanggar Seni hingga Kelompok Seni Budaya

Evelyn Ridhayanti • Selasa, 7 Oktober 2025 | 00:11 WIB
MENGHIBUR: Selain melibatkan pelajar, salah satu kelompok seni, Hasyim Musik juga mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolingo.
MENGHIBUR: Selain melibatkan pelajar, salah satu kelompok seni, Hasyim Musik juga mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolingo.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo sukses digelar Pemkot Probolinggo. Berkat sinergi kolaborasi bersama, seluruh masyarakat ikut merasakan kemeriahannya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo ambil bagian penting untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan sukses sekaligus bermakna bagi seluruh masyarakat. Salah satunya, dengan melibatkan para pelajar se- Kota Probolinggo.

PAWAI: Kepala Disdikbud Dr. Siti Romlah saat menyerahkan buah tangan kepada Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat pawai budaya pembukaan peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Sabtu (27/09).
PAWAI: Kepala Disdikbud Dr. Siti Romlah saat menyerahkan buah tangan kepada Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat pawai budaya pembukaan peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Sabtu (27/09).
BUDAYA : Penampilan Pasukan Seni Reog semakin menambah khasanah kekayaan budaya masyarakat pendalungan, budaya Kota Probolinggo.
BUDAYA : Penampilan Pasukan Seni Reog semakin menambah khasanah kekayaan budaya masyarakat pendalungan, budaya Kota Probolinggo.

Selama 9 hari, (27/9-5/10) panggung utama peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo yang dipusatkan di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, tak pernah kehabisan suguhan penampilan.

TARI DAN FASHION : Beginilah saat peserta didik tingkat SD/MI saat fashion daur ulang, Kamis (2/10).
TARI DAN FASHION : Beginilah saat peserta didik tingkat SD/MI saat fashion daur ulang, Kamis (2/10).

Mulai tingkat RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga kelompok seni dan sanggar seni ikut semringah telah menjadi bagian penting kemeriahan Hari Jadi kota tercinta. 

Diantaranya, ada seni tari, fashionshow, modern dance, seni hadrah, lagu islami, menyanyi, seni bela diri, atraksi pencak silat hingga seni musik gambus, seni keroncong dan seni melayu semuanya lengkap ditampilkan.  

SENI BUDAYA: Kolaborasi seni tari dengan 2 kesenian duk-duk dari Lare Kebonsari dan Gir Sereng menjadi daya tarik penonton pada Sabtu malam (4/10).
SENI BUDAYA: Kolaborasi seni tari dengan 2 kesenian duk-duk dari Lare Kebonsari dan Gir Sereng menjadi daya tarik penonton pada Sabtu malam (4/10).

“Dalam peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, kami melibatkan keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Probolinggo yakni lembaga pendidikan, sanggar seni hingga kelompok seni budaya di masyarakat,” ungkap kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Si saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

SENI BUDAYA: Kolaborasi seni tari dengan 2 kesenian duk-duk dari Lare Kebonsari dan Gir Sereng menjadi daya tarik penonton pada Sabtu malam (4/10).
SENI BUDAYA: Kolaborasi seni tari dengan 2 kesenian duk-duk dari Lare Kebonsari dan Gir Sereng menjadi daya tarik penonton pada Sabtu malam (4/10).

Siti Romlah melanjutkan, semuanya bersama dan bersatu, untuk melestarikan kebudayaan Kota Probolinggo.

“Sehingga, apa yang sudah ditanamkan, dilatih, dibimbing, baik di sekolah maupun di sanggar seni, bisa ditampilkan di panggung utama peringatan Hari Jadi Ke-666 Kota Probolinggo dan ini mereka menjadi semakin percaya diri. Semakin berani dan bangga dengan budaya-budaya yang tumbuh dengan baik di Kota Probolinggo,” katanya.

Kepala bidang Kebudayaan Disdikbud, Sardi SH, mengamini apa yang disampaikan Kadisdikbud Dr. Siti Romlah.

“Ini sejalan dengan salah satu tupoksi Dinas Pendidikan sendiri. Diantaranya pembinaan sekaligus meningkatkan kelestarian budaya di Kota Probolinggo.

PERCAYA DIRI: Inilah penampilan menyanyi duet pelajar dipanggung utama rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Minggu malam (5/10)
PERCAYA DIRI: Inilah penampilan menyanyi duet pelajar dipanggung utama rangkaian peringatan Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, Minggu malam (5/10)

“Untuk tampilan, kami menyesuaikan dengan usia mereka. Jenjang TK maupun SD kami tampilkan dipanggung utama pada sore hari hingga jelang magrib. Nah, untuk jenjang SMP dan SMA kami tampilkan malam hari, mulai pukul 19.00 WIB. Jadi kami juga mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan anak-anak yang akan tampil,” lanjut Sardi.

LEPAS BALON: Penutupan rangkaian hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo di Stadion Bayuangga ditandai dengan pelepasan balon oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan jajaran, Sabtu (4/10)
LEPAS BALON: Penutupan rangkaian hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo di Stadion Bayuangga ditandai dengan pelepasan balon oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan jajaran, Sabtu (4/10)

Disdikbud berharap, potensi dari masing-masing lembaga pendidikan bisa lebih meningkat dan fokus sebagai keunggulannya.

“Dengan sering kami libatkan untuk tampil, baik di dalam kota maupun di luar kota, tentu semakin meningkatkan kelestarian budaya sekaligus menambah khasanah kekayaan kebudayaan yang ada di Kota Probolinggo,” ujar Sardi. (el/*)  

Editor : Fandi Armanto
#seni budaya #disdikbud kota probolinggo #pemkot probolinggo #hari jadi kota probolinggo #pelajar #pawai