Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Viral Video Menu MBG Siswa Mengandung Ulat di Probolinggo, Begini Penjelasan Koordinator Lapangan

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:38 WIB
GEMPAR: Penggalan video menu makan bergizi gratis yang mengandung ulat dan bikin geger masyarakat di Kabupaten Probolinggo.
GEMPAR: Penggalan video menu makan bergizi gratis yang mengandung ulat dan bikin geger masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

GADING, Radar Bromo - Masyarakat Kabupaten Probolinggo belakangan digegerkan dengan adanya vidio viral tentang Menu Makanan Bergizi (MBG) yang mengandung ulat.

Diduga hal ini terjadi di wilayah Kecamatan gading.

Video berdurasi 1 menit 7 detik menjadi viral di media sosial. Insiden ini diduga terjadi di salah satu Satuan Pendidikan di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Meski irit memberikan keterangan, koordinator lapangan SPPG Gading Wangkal 002 Nur Ahmad S menyebut, ulat tersebut bukan berasal dari ulat daging ayam yang ada di menu MBG. Melakukan dari ulat sayuran.

"Iya benar pak ulat sayuran," katanya singkat melaui pesan WhatsApp, kepada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (3/10).

Sementarara itu koordinator dapur MBG wilayah Probolinggo Pujo menyebutkan jika permasalahan ulat ini sudah klir. "Yang saya tahu bahwa permasalahan itu sudah clear," katanya.

Sesuai data yang dihimpun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wangkal 002 telah mendistribusikan sebanyak 3.652 paket makanan bergizi gratis. Jumlah ini adalah yang dikirim setiap harinya.

Kejadian ini menjadi sorotan pihak DPRD. Wakil ketua II DPRD Kabupaten Probolinggo Didik Humaidi menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta agar program MBG ini perlu ada pengawasan ketat.

"BGN paling tidak harus rutin untuk kemudian kontrol di MBG, dapur-dapur MPG agar kemudian persoalan-persoalan seperti itu tidak terjadi lagi,” beber Didik.

“Pengawasan itu harus dilakukan seketat mungkin agar kemudian program yang bagus ini kemudian tidak hanya dijadikan sebagai sebuah bisnis murni saja, tetapi betul-betul memberi pelayanan pemenuhan gizi di Kabupaten Propolinggo,"ujarnya.

Hal ini guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. "Agar kemudian tidak terjadi kasus yang terjadi di luar daerah. Seperti jadi penyebab keracunan dan lain sebagainya. Jika terjadi ini sangat merugikan," ujarnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#makan siang gratis #Mbg #probolinggo #keracunan