KADEMANGAN, Radar Bromo-Penumpang Kereta Api (KA) Ranggajati dibuat tak nyaman, Kamis malam (2/10). Itu lantaran KA yang mereka tumpangi mendadak terhenti lajunya hingga alami keterlambatan.
Rangkaian kereta api (KA)155 Ranggajati tiba-tiba berhenti di KM 97+1 petak jalan antara Stasiun Bayeman (Bym)-Stasiun Probolinggo (Pb), masuk Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.
Ketera itu berhenti pada Kamis malam (2/10) sekitar pukul 18.46. Hal ini diduga akibat engine lokomotif CC 2061385 tidak bekerja.
Alhasil rangkaian kereta ini sempat mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Jember sekitar 3,5 jam dari waktu normalnya.
Manager Hukum dan Humas KAI DAOP 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, gangguan pada mesin tersebut hingga kini masih didalami.
Saat kejadian, pihaknya langsung mengerahkan tim teknis untuk melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan.
Termasuk berkoordinasi dengan petugas guna memastikan perjalanan KA dapat kembali berjalan dengan aman.
"Sebagai upaya penanganan, kami membuka Stasiun Bayeman sebagai Stasiun luar biasa untuk mendukung kelancaran proses evakuasi dan penanganan kereta," katanya.
KAI Daop 9 pun telah menyiapkan lokomotif penolong agar rangkaian KA Ranggajati dapat melanjutkan kembali perjalanan ke Jember.
"Kami menggunakan lokomotif dari KA Tawangalun yang berada di Grati saat itu untuk menarik rangkaian KA Ranggajati ke Stasiun Bayeman. Setelah itu, lokomotif kembali pada rangkaian KA Tawangalun. Sementara KA Ranggajati melanjutkan perjalanan dengan lokomotif bantuan dari Stasiun Bangil," terangnya.
Meski begitu, KA Ranggajati baru masuk ke Stasiun Probolinggo sekitar pukul 22.40.
Atau mengalami keterlambatan sekitar 3,5 jam dari waktu normalnya. Begitupun kedatangannya di Stasiun Jember sebagai relasi terakhir.
Pihak KAI Daop 9 menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanannya. Ia menyebutkan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utamanya.
"Untuk hal tersebut kami menyiapkan service recovery terjadinya keterlambatan lebih dari 60 menit," ungkapnya.
Sementara salah satu penumpang bernama Heri, 47 mengaku kesal akan kejadian tersebut.
Ini karena dirinya harus menunggu sekitar 3 jam untuk proses dilanjutkannya perjalanan rangkaian kereta.
Ia menceritakan bahwa kereta yang membawa total 11 gerbong tersebut tiba-tiba berhenti di Kelurahan Ketapang (Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Red).
"Kami menunggu bantuan lokomotif di lokasi tersebut sekitar sejam. Baru ditarik ke Bayeman," katanya.
"Di Stasiun Bayeman kami harus menunggu lokomotif lagi sekitar dua jam. Lama sekali," tambah penumpang asal Lumajang tersebut. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi