MAYANGAN, Radar Bromo-Revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo tahun ini, mengorbankan banyak pohon di sekeliling alun-alun.
Betapa tidak, sedikitnya 157 pohon angsana dan mahoni ditebang demi proyek tersebut.
Proyek senilai Rp 8,7 miliar itu mulai dikerjakan Rabu (1/10). Penyedia proyek memasang pagar keliling dari baja ringan dan seng di tengah badan jalan.
Pagar itu mengelilingi alun-alun, terpasang di empat ruas jalan. Mulai Jalan Trunojoyo, Jalan A. Yani, Jalan KH Agus Salim, dan Jalan KH. Mansur.
Halim, selaku site manager CV Probolinggo Cemerlang sebagai penyedia proyek mengatakan, pihaknya langsung bekerja setelah penandatanganan kontrak pekerjaan.
Dimulai dari pemasangan pagar, hingga pemotongan ratusan pohon angsana dan mahoni.
Total ada 157 pohon yang ditebang. Jauh lebih banyak dari rencana awal di RAB.
”Ada 157 pohon yang harus ditebang. Karena jika hanya menebang 57 pohon sesuai RAB, maka pohon di dekat pembangunan drainase itu rawan,” terangnya.
Halim berharap, Pemkot Probolinggo melalui perangkat daerah terkait mendukung pembangunan revitalisasi alun-alun.
Misalnya, memberikan akses dalam peminjaman atau sewa alat penebangan pohon dan lainnya.
Mengingat, waktu pengerjaan revitalisasi sangat mepet. Sehingga, pihaknya harus bekerja dengan cepat.
”Ini program Pak Wali Kota dan harus didukung semua pihak. Kami selaku penyedia berusaha mengerjakan secara maksimal. Kami berharap support dan dukungan dari perangkat daerah terkait,” terangnya.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setyorini Sayekti membenarkan bahwa revitalisasi alun-alun mulai dikerjakan. Sebab, waktu pengerjaan juga singkat.
Sehingga, penyedia harus benar-benar memanfaatkan secara maksimal waktu yang ada untuk menyelesaikan pekerjaan.
”Kami mendorong penyedia proyek untuk langsung bekerja setelah berkontrak,” katanya.
Memang, banyak pohon di sekeliling alun-alun yang harus ditebang. Sebab, menurutnya, fokus revitalisasi alun-alun tahun ini yaitu area di luar alun-alun. Tepatnya di sekeliling alun-alun.
Terutama fokus pada pematusan atau drainase. Supaya, air di sekeliling alun-alun bisa lancar. Selain itu, mempercantik tampilan trotoar sekeliling alun-alun.
Adapun pohon-pohon yang ditebang nantinya akan diganti dengan jenis pohon baru. Karena pohon yang lama, akarnya merusak drainase dan trotoar.
”Pohon yang ada di sekeliling alun-alun, semua jenis pohon keras. Seperti pohon angsana dan mahoni. Akarnya merusak trotoar. Nanti akan kami ganti pohon peneduh seperti pohon jacaranda dan pule,” terangnya.
Revitalisasi alun-alun itu sendiri bagian dari realisasi program Probolinggo Bersolek. Probolinggo Bersolek ini dilakukan setelah melakukan efisiensi anggaran Rp 31,9 miliar.
Paling besar digunakan untuk revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo yaitu mencapai hampir Rp 10 miliar. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi