WONOASIH, Radar Bromo - Tiga pemuda warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, harus berurusan dengan kepolisian.
Mereka dilaporkan telah menyerang dan merusak rumah dan motor warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.
Tiga pemuda itu, masing-masing berinisial AG, AL, dan UR. Minggu (28/9) dini hari, mereka menyasar rumah Abdul Mujib, 34. Serta, motor milik Muhammad Fauzan, 22.
Sesaat sebelum kejadian, Mujib mengaku sedang tidur di teras rumah. Ia terbangun setelah mendengar suara gaduh dari arah timur.
“Saya lihat, ternyata ada tiga orang membawa senjata tajam,” ujarnya.
Dua pelaku menenteng celurit. Seorang lainnya membawa pisau. Ketakutan, Mujib masuk rumah melalui pintu samping.
Namun, para pelaku melempari rumahnya dengan batu. Kaca jendela pecah. Serpihan kaca jendela melukai kaki dan tangan Mujib.
“Dengan kondisi terluka, saya tetap menahan pintu samping dari dalam. Waktu itu saya khawatir didobrak karena di dalam rumah ada adik saya yang sedang tidur,” ujarnya.
Pintu sempat didobrak hingga rusak. Akibat kejadian ini, Mujib mengalami kerugian material sekitar Rp 1,5 juta. Kaki dan tangannya juga terluka. Ia sempat dilarikan ke RS Ar-Rozy Kota Probolinggo untuk mendapat perawatan.
Para pelaku bergeser ke barat. Mereka merusak motor tetangga Mujib, Fauzan.
Kala itu, motor Fauzan diparkir di depan rumahnya. Sebelumnya, Fauzan bersama temannya, Mamad, baru pulang membeli minuman.
Ayah Fauzan, Sukarno, 47, mengatakan, sebelum ke rumah Fauzan, Mamad sempat berpapasan dengan ketiga pelaku di sekitar rel kereta api. Saat itu, Mamad mengaku dilempar batu oleh para pelaku.
“Saat mereka (Fauzan dan Mamad) berangkat membeli minuman, tidak terjadi apa-apa. Tapi, waktu pulang, mereka kembali dilempari batu hingga mengenai kaki Mamad,” jelas Sukarno.
Para pelaku yang seolah mengenali motor Mamad, lantas menyerangnya. Mereka merusak motor Fauzan serta melempari sejumlah rumah warga sekitar.
“Speedo meter, jok, bodi sisi kanan, dan lampu senja motor anak saya rusak. Kerugiannya sekitar Rp 2,5 juta,” kata Sukarno.
Tak terima dengan kejadian ini, keluarga korban langsung melapor ke Polsek Wonoasih. Sukarno berharap kepolisian menindak tegas para pelaku agar jera.
“Kalau tidak ada tindakan, bisa-bisa kejadian serupa terulang. Minimal kami dipertemukan dengan keluarga pelaku untuk mencari jalan keluar dan pertanggungjawaban,” harapnya.
Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Aiptu Adji Anggoro mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Serta, mengumpulkan keterangan saksi.
“Kami juga akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Jika benar ada yang masih di bawah umur, kasus ini akan kami limpahkan ke Polres Probolinggo Kota karena penanganannya berbeda,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando