TIRIS, Radar Bromo- Mukhlas, 63, pelaku pembacokan pasangan suami-istri (pasutri) di Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, akhirnya menyerahkan diri. Mukhlas menyerah setelah petugas kepolisian melakukan pendekatan pada keluarganya.
Kapolsek Tiris Iptu Syamsul Arifin mengatakan, Mukhlas yang kini ditetapkan sebagai tersangka sempat kabur setelah membacok tetangganya Senin (22/9). Yaitu, Zainal, 60 dan istrinya, Sofia, 51.
Petugas pun langsung mengejar tersangka, namun tidak berhasil. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas mendekati keluarga tersangka agar menyerahkan diri.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Tersangka menyerahkan diri Selasa (23/9) atau sehari setelah pembacokan terjadi. “Pelaku datang ke Polres Probolinggo untuk menyerahkan diri,” katanya, Rabu (24/9).
Perkara tersebut lantas dilimpahkan ke Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Probolinggo. Lalu di hari itu juga pukul 16.00, Kapolsek Tiris bersama tiga anggota Polsek Tiris dan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Probolinggo melakukan olah TKP.
Dari olah TKP diketahui, senjata tajam jenis celurit yang digunakan tersangka untuk membacok kedua korban dibuang di Dusun Bangsal, Desa Pesawahan, Tiris. Petugas pun segera mencari barang bukti itu dan akhirnya ditemukan.
Saat ini, menurutnya, petugas masih mendalami motif tersangka sampai nekat membacok dua tetangganya itu. Sementara perkara telah dilimpahkan ke Polres Probolinggo untuk proses hukum lebih lanjut.
“Setelah menyerahkan diri, petugas langsung melakukan olah TKP dan mencari barang bukti berupa senjata tajam yang sempat dibuang tersangka. Perkara pembacokan kini sudah dilimpahkan ke polres,” bebernya.
Di sisi lain, Polsek Tiris saat ini tengah mewaspadai aksi balas dendam dari keluarga korban. Kapolsek Tiris Iptu Syamsul Arifin menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya persuasif dengan mengimbau agar tidak ada tindakan main hakim sendiri.
Imbauan disampaikan pada keluarga korban, keluarga pelaku, serta perangkat desa Pedagangan. Sebab, perkara pembacokan tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian.
Untuk memastikan kondisi tetap kondusif, pihak kepolisian bahkan memantau lingkungan secara berkala. Pemantauan dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas akan bergerak cepat.
“Kami melakukan pendekatan kepada masyarakat, khususnya keluarga korban. Agar tidak terjadi aksi balas dendam dan main hakim sendiri,” katanya.
Perangkat Desa Pedagangan Hadi mengatakan, sejauh ini situasi lingkungan di sekitar tempat kejadian pembacokan kondusif. Apalagi, warga setempat sudah banyak yang mengetahui bahwa pelaku telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
“Kondisi lingkungan sekitar TKP saat ini aman terkendali. Tapi, tadi (kemarin, red) ada petugas Polsek Tiris yang patroli. Mudah-mudahan bisa tetap aman, karena pelaku sudah menyerahkan diri,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pasutri Zainal dan Sofia, dibacok tetangga mereka, Mukhlas. Pembacokan itu terjadi pukul 16.35, Senin (22/9) di Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Tiris.
Saat itu, Zainal sedang memotong bambu di kebun miliknya. Tak lama kemudian, dia pulang ke rumahnya yang tak jauh dari kebun. Lalu menghampiri istrinya, Sofia yang sedang membersihkan selokan.
Saat itulah, dari selatan datang tersangka mengendarai motor Honda Supra protolan warna hitam tanpa pelat nomor. Tersangka dan Zainal kemudian berpapasan.
Entah siapa yang memulai, keduanya terlibat adu mulut. Tersangka kemudian emosi dan mengambil celurit yang dibawanya. Lalu celurit dibacokkan ke arah Zainal dan Sofia. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi