LUMBANG, Radar Bromo- Toyamo alias Nawerdi, 75, akhirnya menemukan kembali sapi miliknya yang hilang dicuri sebulan lalu. Sapi itu ditemukan di kandang milik TN, warga Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Warga Desa Palangbesi, Lumbang, Kabupaten Probolinggo, itu pun melaporkan hal tersebut ke Kades Palangbesi. Dia juga melaporkan TN ke Polsek Lumbang sebagai terduga penadah sapi miliknya yang dicuri.
Toyamo menjelaskan, sapi jenis limousin miliknya itu hilang sejak 10 Agustus 2025. Saat itu, sapinya berusia 2 tahun dan baru dirawat selama 27 hari. Karena pencurian itu, ia menderita kerugian materiil sekitar Rp 13,5 juta.
“Sekitar pukul 02.00, itu saya cek sapi masih ada di kandang belakang rumah. Karena kedinginan, saya tinggal masuk sebentar. Selisih setengah jam, dicek lagi oleh anak saya. Kok sudah tidak ada sapinya,” terangnya.
Toyamo sendiri memiliki tiga ekor sampi jenis limousin. Sapi-sapi ini dipelihara untuk nantinya dapat dijual dan diambil keuntungannya. Setelah seekor sapinya dicuri malam itu, tinggal dua ekor sapi di kandang.
“Pencurinya membobol tembok kandang. Setelah kejadian itu, temboknya saya perbaiki. Saya juga lapor ke kepolisian dengan dibantu Pak Kades saat itu,” ujarnya.
Pencurian itu, menurut Toyamo, bukan yang pertama. Sudah tiga kali dia kehilangan sapi karena dicuri. Dua sapi yang dicuri, hingga kini tak ditemukan. Dia pun bersyukur, karena sapinya yang ketiga ketemu.
Ceritanya, tiga minggu setelah sapinya hilang, ada orang yang upload foto sapi tersebut di facebook. Namun, dia tidak tahu apa tujuan foto itu di-upload.
Dia pun segera mengenali sapi itu sebagai sapi miliknya yang hilang. Sebab, sapi itu punya ciri fisik khusus. Sapi itu betina, memiliki dua tanduk besar di kepalanya, dan yang paling mencolok adalah bulu bagian kepalanya berwarna pink.
“Dulu memang sempat saya warnai merah rambut kepalanya. Lama-lama memudar jadi pink. Sehingga saya yakin betul, ini sapi saya yang hilang,” ujarnya.
Toyamo dan pihak kepolisian segera mencari keberadaan sapi itu. Hingga akhirnya mereka sampai di rumah terduga penadah di Kecamatan Sukapura, Minggu (21/9).
“Jadi sapinya ini disembunyikan di rumah tetangganya. Selisih tiga rumah dari rumah pelaku (terduga pelaku, Red),” katanya.
Saat itu juga, sapi itu dia bawa pulang. Dia juga meminta aparat kepolisian untuk menindak terduga penadah.
Namun, petugas Polsek Lumbang tidak langsung mengamankan terduga pelaku. Karena itu, sejumlah beberapa warga sempat hendak meluruk Mapolsek Lumbang, Selasa (23/9).
“Kemarin (23/9), warga hendak demo karena terduga pelaku tidak segera diamankan. Syukurlah sapi saya dikembalikan dan dia (terduga pelaku, Red) infonya sudah diamankan Senin (22/9) malam,” ujar Toyamo.
Kapolsek Lumbang AKP Agung Prayana mengatakan, kasus tersebut kini ditangani Polres Probolinggo. “Reskrim Polres Probolinggo sudah menangani kasus ini. Jadi terkait informasi dan perkembangan lainnya bisa langsung ditanyakan pada Polres,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Putra Adi Fajar Winarsa saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan karena sedang sakit. Dia mengarahkan agar konfirmasi dilakukan ke Kanit Pidum Polres Probolinggo.
“Infonya kemarin (Selasa, red) memang sudah di kantor (terduga pelaku, Red). Tapi untuk lebih jelasnya bisa bertanya pada kanit dulu ya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kanit Pidum Polres Probolinggo Ipda Effendi Sudaryono belum bisa dikonfirmasi. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum merespons pesan yang dikirim Jawa Pos Radar Bromo. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi