PROBOLINGGO, Radar Bromo–Aksi begal terus meneror pengguna jalan di Probolinggo. Mereka beraksi tak mengenal waktu.
Jumat pagi (19/9) pukul 04.40, motor seorang pedagang dibegal saat berangkat ke pasar.
Korbannya yaitu Nor Halima, 37, warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
Seperti biasa, setiap hari dia berjualan kue di Pasar Laweyan, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Selepas subuh, korban biasanya berangkat naik mobil. Namun, hari itu korban berangkat ke pasar mengendarai motor Honda Beat hitam nopol N 3633 ON.
“Biasanya tiap hari ke pasar itu naik mobil. Karena rusak, akhirnya naik motor. Pinjam ke adik,” ujarnya.
Kondisi jalanan saat itu masih gelap dan sepi. Ia berkendara seorang diri melintas di jalanan desa dari arah timur menuju barat.
Awalnya tidak ada kendala. Namun, sampai di Jalan Desa Sumberbulu, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, tiba-tiba korban dipepet dua orang pria tak dikenal. Mereka berboncengan naik motor Yamaha Jupiter.
“Semula saya tidak merasa dibuntuti, tapi lama-lama ada suara motor mendekat dari arah belakang. Tiba-tiba jalan saya langsung dipotong dan saya pun berhenti,” katanya.
Halima tak dapat mengenali kedua terduga pelaku, karena mereka sama-sama menggunakan masker. Namun, ia menduga mereka berusia 30 tahunan.
“Setir motor saya dipegangi oleh yang nyetir. Sementara yang dibonceng menarik kontak motor saya. Jadinya langsung mati motornya,” terangnya.
Tak hanya itu. Lelaki yang dibonceng lantas menyerang korban. Dia memukul helm korban dengan celurit.
“Helm saya dipukul pakai celurit. Dia menyuruh saya agar tidak teriak dan segera turun dari motor. Jek sak kasak, pateen (jangan bersuara, saya bunuh),” ceritanya.
Korban yang seorang diri pun ketakutan, ia lantas turun dari motornya. Dengan cepat, pelaku mengambil motor korban. Lalu, kabur ke arah barat.
Saat itu, korban hanya bisa pasrah melihat motor milik adiknya itu dibawa kabur pelaku. Lokasi kejadian yang jauh dari pemukiman membuatnya makin pasrah.
“Baru ada pemukiman itu 200 meter kemudian. Jadi mau ke timur jauh, ke barat juga jauh. Akhirnya saya berjalan ke arah barat menuju Jalan Raya Leces untuk mencari bantuan,” terangnya.
Karena kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp 19 juta. Dia lantas melapor ke Polsek Tegalsiwalan. Dia berharap, motornya segera ditemukan dan pelaku dapat segera ditindak.
Kapolsek Tegalsiwalan, AKP Henky Yuwana mengatakan, anggotanya dan Satreskrim Polres Probolinggo telah melakukan olah TKP. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari korban, ciri-ciri pelaku yaitu lelaki yang memiliki tinggi sekitar 169 sentimeter dan 172 sentimeter. Mereka mengenakan jaket dan bermasker,” terangnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi