Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Poin-Poin Penting Evaluasi CFD di Jalan Suroyo Probolinggo: Jalan A Yani Harus Steril PKL hingga Jam CFD Ditambah

Inneke Agustin • Sabtu, 20 September 2025 | 16:24 WIB

 

LOKASI BARU: CFD di jalan Suroyo Kota Probolinggo yang baru berjalan 2 kali. Lantaran ada protes, muncul usulan CFD dipindah ke Jalan Pangsud. (Dok. Radar Bromo)
LOKASI BARU: CFD di jalan Suroyo Kota Probolinggo yang baru berjalan 2 kali. Lantaran ada protes, muncul usulan CFD dipindah ke Jalan Pangsud. (Dok. Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Suroyo Kota Probolinggo kembali dievaluasi. Disepakati, PKL hanya boleh berjualan di Jalan Suroyo selama CFD. Tidak boleh meluber ke Jalan Ahmad Yani.

Rapat evaluasi digelar DKUP Kota Probolinggo bersama Paguyuban PKL (PPKL) dan sejumlah stakeholder terkait, Kamis (18/9) di kantor DKUP setempat.

Kabid Perdagangan DKUP Kota Probolinggo, Erwan Kiswandoko menjelaskan, Jalan Ahmad Yani harus bebas dari PKL dan parkir pada CFD, Minggu (21/9).

Nantinya, Dishub dan Satlantas Polres Probolinggo Kota akan berjaga dan memasang barrier di Jalan Ahmad Yani.

“Begitu juga di Jalan Trunojoyo dan Jalan KH Agus Salim, harus bebas dari parkir. Parkir untuk warga diarahkan ke depan Stasiun (Jalan KH. Mansyur, Red),” terangnya.

Lalu, jalan di depan Dinkes PPKB Kota Probolinggo yang semula menjadi lokasi parkir, akan digunakan sebagai tempat PKL berjualan. PKL yang belum mendapat tempat akan menempati nomor para pedagang yang selama 3 minggu ini tidak berjualan.

Kabid LLAJ Dishub Kota Probolinggo, Mohammad Dahroji menambahkan, pengaturan ulang parkir CFD telah disepakati.

Parkir motor yang semula di depan kantor Dinkes PPKB Kota Probolinggo akan dialihkan. Kini parkir hanya memanfaatkan Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, dan sisi selatan di Jalan Panglima Sudirman.

“Sedangkan bagi yang ingin olahraga di alun-alun bisa parkir di sisi utara Jalan KH Mansyur,” pungkasnya.

Selain itu, empat poin lain juga disepakati selama evaluasi. Di antaranya menurut Sekretaris PPKL Kota Probolinggo, Yudi Hermanto, kawasan museum akan dimanfaatkan sebagai lokasi wahana mainan keluarga setiap CFD. Saat ini, ada 18 orang pemilik wahana permainan.

“Namun yang aktif hanya beberapa, sehingga kami akomodir yang aktif saja. Seperti permainan mandi bola, mobil-mobilan, dan mewarnai,” ungkapnya.

Selain itu, disepakati PKL CFD akan ditambah 41 orang. Sebab, masih ada 70 tempat berjualan atau nomor yang kosong di gelaran CFD di Jalan Suroyo.

“Lalu untuk pedagang di sepanjang depan Bank Mandiri hingga Bank BCA sisi barat dapat pindah ke sisi timur. Sebab kalau siang panas. Kasihan pedagangnya dan pasti pengunjung juga tidak betah beli di sana karena panas,” kata Yudi.

Terakhir, jam operasional CFD ditambah satu jam. Jika awalnya selesai jam 09.00, maka selanjutnya selesai jam 10.00.

“Sebab kalau di bawah itu, terlalu pendek waktunya. Kasihan yang jualan kurang leluasa. Sementara mereka berjualan untuk mencari nafkah dari CFD. Kami harap bisa diberikan waktu lebih,” harapnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jam operasional #jalan ahmad yani #car free day #probolinggo #cfd #jalan suroyo