Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sopir Bus IND’s 88 Muat Rombongan RS Bina Sehat yang Kecelakaan di Jalur Bromo Negatif Narkoba

Inneke Agustin • Kamis, 18 September 2025 | 06:31 WIB

Kondisi bus IND
Kondisi bus IND
 

SUKAPURA, Radar Bromo - Penyelidikan kecelakaan maut bus pariwisata IND’s 88 di Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan.  

Berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan diselidiki, termasuk kondisi sopir bus saat berkendara.

Tes urine dilakukan pada sopir bus pariwisata IND’s 88, yaitu Al Bahri, 57, warga Gladak Pakem, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Hasilnya, dipastikan Al Bahri tidak sedang mengonsumsi narkoba saat mengemudi alias negatif.

Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita Shanty mengatakan, sopir bus sempat dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, setelah kecelakaan. Kondisinya kemudian berangsur membaik, sehingga sopir diperbolehkan rawat jalan.

Petugas lantas melakukan cek urine pada sopir bus. Tujuannya untuk mengetahui kondisi sopir saat mengemudi. Apakah dalam pengaruh narkoba, sehingga menurunkan kesadarannya.  

“Cek urine telah dilakukan pada sopir dan hasilnya negatif,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (16/9).

Rangkaian pemeriksaan juga dilakukan pada fisik bus pariwisata melalui ramp check. Ramp check dilakukan oleh petugas gabungan. Terdiri atas Subdit Kamsel Polda Jatim, Subdit Gakkum Polda Jatim, KNKT, BPD Jatim, Dishub KIR dan Balai Uji, dan Satlantas Polres Probolinggo.

Sementara proses ramp check bus dilaksanakan di Rupbasan Kota Probolinggo. Sebab, bus diamankan ke Rupbasan setelah kecelakaan.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen menjelaskan, ramp check penting dilakukan. Sebab, sopir bus mengatakan bahwa kecelakaan terjadi karena ada masalah rem atau rem blong.

“Kemarin (Senin, Red) petugas melakukan ramp check bus yang mengalami kecelakaan,” terang Safiq.

Pengakuan sopir bus bahwa rem blong disampaikan pada petugas saat olah TKP dilakukan Minggu (14/9). Sebelum kecelakaan, bus pariwisata melaju dari barat ke timur atau dalam perjalanan turun dari Bromo.

“Sesampainya di TKP, kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri. Saat itulah, bus diduga mengalami gagal fungsi rem,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama usai olah TKP.

Sehingga, laju bus mengarah ke kanan terus. Dan akhirnya menabrak pembatas jalan atau guardrail sebelah kanan jalan.

Sopir bus, Al Bahri mengaku awalnya bus nopol P 7221 UG yang membawa 52 penumpang itu berangkat dalam kondisi prima. Bahkan, saat pulang dari Bromo, bus masih baik-baik saja.

Bus baru terasa tidak nyaman sejak melintas di area Jatian, masuk Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Ia merasa remnya blong.

Al Bahri bahkan sempat mencoba menggunakan hand rem, namun sama tak berfungsi. Anginnya terasa kosong. Hingga sesampainya di lokasi bus makin tak terkendali.

“Mau buang ke kiri, tapi banyak kendaraan. Sementara sisi kanan saya lihat kosong. Rem sama sekali tidak bisa, anginnya tidak ada. Hand rem tidak bisa sama sekali,” katanya.

Bus akhirnya menabrak pembatas jalan atau guardrail. Menyebabkan delapan orang meninggal. Sementara 44 orang lainnya di rawat di RSUD dr. Mohamad Saleh, RSUD Ar-Rozy, RSUD Tongas, Puskesmas Sukapura, Puskesmas Lumbang, dan Puskesmas Wonomerto.

Di saat kejadian, bus juga sempat menabrak seorang kurir paket bernama Abdul Malik, 27, warga Dusun Kunci, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Saat itu ia tengah berkendara menggunakan motor Honda Beat oranye bernopol N 2856 OE. Beruntung Malik masih selamat.

Sementara itu, ramp check dilakukan dengan mengecek mobil secara menyeluruh.

Mulai dari bagian kemudi dan sistem pengereman pada kendaraan. Ini dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya menjadi pemicu terjadinya kecelakaan maut tersebut.

Namun, belum dapat disimpulkan apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut. Hasilnya masih akan dianalisis lebih lanjut. Sehingga, diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Pengecekan kendaraan dilakukan secara menyeluruh. Saat ini masih dilakukan analisis. Kami juga menunggu hasilnya,” pungkas Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Zulkarnaen.  (ar/gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalur bromo #tes urine #RS Bina Sehat #boto #lumbang #probolinggo #narkoba