Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Gelar TAA di Lokasi Kecelakaan Maut Bus Rombongan RS Bina Sehat Jember di Jalur Bromo Probolinggo, Hasilnya...

Inneke Agustin • Selasa, 16 September 2025 | 03:31 WIB
SCAN: Petugas TAA Korlantas Polri melakukan 3D scan di lokasi kecelakaan bus di Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/9) sore.
SCAN: Petugas TAA Korlantas Polri melakukan 3D scan di lokasi kecelakaan bus di Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/9) sore.

PROBOLINGGO, Radar BromoPihak kepolisian kembali melakukan Traffic Accident Analysis (TAA) di lokasi kecelakaan maut bus pariwisata yang menyebabkan delapan korban meninggal di jalur Bromo, Boto, Kabupaten Probolinggo.

TAA dilakukan untuk menetapkan kronologi kecelakaan, termasuk siapa yang harus bertanggung jawab.

Minggu (14/9) sore setelah kecelakaan, Gakum Ditlantas Polda Jatim datang ke lokasi kecelakaan di Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, untuk melakukan TAA. Dan Senin (15/9) sore, TAA kembali dilakukan oleh Korlantas Polri.

Dirgakum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menjelaskan, timnya melakukan TAA untuk melengkapi data dari kegiatan TAA yang dilakukan Polda Jatim, Minggu (14/9) sore.

Di lokasi, pihaknya melakukan olah TKP menggunakan 3D Scanner untuk memindai sejumlah titik lokasi kecelakaan.

Hasil dari proses ini dapat menggambarkan secara detail kronologi kecelakaan. Mulai dari awal bus mengalami kecelakaan, hingga akhirnya berhenti.

“Harapannya, nantinya dapat diambil kesimpulan bagaimana proses terjadinya laka, apakah karena rem tidak berfungsi atau hal-hal lain. Termasuk menentukan siapa yang bersalah dan sebagainya,” ungkapnya.

Selama proses pemindaian, arus lalu lintas disterilkan. Semua pengguna jalan dilarang melintas.

Ini supaya kinerja alat tersebut tidak terganggu oleh kendaraan yang melintas. Kegiatan ini juga dibantu drone untuk memetakan jalur lokasi kecelakaan bus.

Setelah selesai, Korlantas Polri mengikuti FGD bersama stakeholder terkait di kantor Kecamatan Sukapura. FGD digelar untuk menyikapi banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalur Bromo.

“Semoga dari FGD, kami dapat mengambil kesimpulan dan masukan. Apakah perlu ada rekayasa atau penambahan rambu yang melibatkan pemerintah daerah. Baik kabupaten, maupun provinsi,” terangnya.

Kasubdit Laka Digakkum Korlantas Polri Kombes Pol Ruben Takaendengan menambahkan, ada empat titik lokasi yang dilakukan TAA, Senin (15/9) sore. Selanjutnya. Hasil TAA dapat diketahui beberapa hari ke depan.

“Kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa tampak hasilnya karena ini alat canggih. Nantinya hasil itu akan kami sinkronisasikan dengan hasil penyelidikan dari Satlantas Polres Probolinggo. Harapannya hasil ini dapat menjadi bukti petunjuk dalam proses peradilan juga,” ungkapnya.

Sementara, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah mengatakan, pihaknya melakukan TAA untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan.

Termasuk, kecepatan laju bus. Setidaknya ada 10 titik yang menjadi lokasi TAA saat itu. Mulai dari atas hingga titik tabrak bus.

“Nantinya akan kami analisis dari hasil TAA. Bila tidak ada halangan, kemungkinan dalam tiga hari ke depan hasilnya sudah dapat diketahui,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalur bromo #lumbang #probolinggo #kecelakaan maut