KADEMANGAN, Radar Bromo-Mantan Wali Kota Probolinggo 2 periode, HM Buchori tutup usia Senin pagi (15/9) jelang subuh. Ia meninggal lantaran menderita penyakit komplikasi.
Buchori sempat bolak-balik dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh dan RS Saiful Anwar Malang.
Almarhum mulai sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit pada 24 Juli 2025. Selama sakit itu, tiga kali Buchori dirawat di RS Saiful Anwar dan empat kali juga dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Hingga kemudian, dia mengembuskan napas terakhir Senin (15/9) pagi pukul 03.00.
Indi Eko Yanuarto, putra pertama Buchori menceritakan, orang tuanya dirawat di rumah sakit selama 53 hari.
Selama itu pula, kondisi kesehatan almarhum naik turun. Kadang sehat, kadang juga drop.
Saat kesehatannya menurun, Buchori dirujuk dan dirawat di RS Saiful Anwar Malang.
Begitu kondisinya mulai membaik, proses pemulihan dilakukan di RSUD dr. Mohamad Saleh. Begitu sampai beberapa kali.
”Alharhum dirawat di rumah sakit selama 53 hari. Di RSUD Saiful Anwar dirawat tiga kali dan di RSUD dr. Mohamad Saleh dirawat empat kali,” katanya.
Selama di rumah sakit, Buchori menjalani perawatan intensif akibat sakit komplikasi yang dideritanya.
Segala upaya sudah dilakukan keluarga dan putra-putrinya untuk kesembuhan Buchori.
Namun, takdir memanggil almarhum untuk berpulang. Keluarga menurut Indi, ikhlas melepas walaupun masih terasa berat.
“Terima kasih kepada semuanya yang telah mendoakan ayah kami. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan beliau semasa hidup. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ucapnya.
Indi juga berharap bantuan seluruh warga Kota Probolinggo untuk ikut mendoakan almarhum.
Menurutnya, doa bersama dan tahlil akan digelar di rumah duka, bakda magrib. Mulai Senin malam hingga tujuh harinya.
”Kami mohon kehadiran dan doanya untuk almarhum bapak kami,” harapnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi