PEMERINTAH Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya bergerak maju. Beragam program dijalankan. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warganya.
Memasuki Agustus yang bersamaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW., Pemerintah Desa Kareng Kidul, menggelar sejumlah kegiatan kemasyarakatan. Rangkaian acara Semarak Kemerdekaan RI, ini dimulai sejak 2 Agustus hingga 28 Agustus 2025.
Acaranya beragam. Mulai dari Lomba Balita Sehat, Lomba Pidato, Cerdas Cermat, Lomba Tahfidz, Lomba Tartil Alquran, Lomba Tiba`iyah, Lomba Layangan Sambitan, Lomba Menghapal Asmaul Husna, Lomba Esfafet Air, Lomba Bola Goyang, Lomba Meletuskan Balon, dan Lomba Makeup. Serta, Lomba Cari Koin dalam Tepung, Lomba Lari Dengklek, Lari Sarung, Lomba Karet di Muka, Lomba Ngedot Kempot, Lomba Lari Jepit Bola, Lomba Kukuruyuk, Lomba Makan Biskuit, Lomba Tiup Balon, dan Lomba Sarung Berantai.
“Kemudian, ada Khotmil Quran dan Istigotsah Kemerdekaan pada 17 Agustus. Lalu, ada Jalan Sehat. Kemudian, Malam Puncak Kemerdekaan HUT RI dan pembagian hadiah pada 25 Agustus. Dilanjutkan penutupan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad,” ujar Kepala Desa Kareng Kidul, Suladi.
Pada malam penganugrahan atau pembagian hadiah lomba, sejumlah pemenang tampak dipanggil satu persatu untuk maju ke pentas. Mereka mendapatkan hadiah, piala, dan sertifikat. Acara ini juga dimeriahkan penampilan sejumlah tarian yang ditampilkan muda-mudi Desa Kareng Kidul.
“Sejak awal kegiatan lomba-lomba ini, kami juga menggandeng pemuda pemudi di desa untuk dapat ikut berkegiatan dan menjadi panitia. Alhamdulillah acara ini sukses digelar. Ke depannya juga akan kami jadikan agenda tahunan. Ini juga sabagai ajang anak-anak maupun para remaja di desa dapat berkreasi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang jago Tartil bisa ikut lomba Tartil, yang jago pidato juga bisa ikut pidato,” kata Suladi.
Acara ini juga mendapat sambutan baik dari masyarakat. Salah satunya dari Kepala Madrasah MI Raudlatul Hasan, Sodiq Slikin. Sejumlah peserta didiknya turut serta dalam beberapa lomba Agustusan di Desa Kareng Kidul. “Ada yang ikut lomba cerdas cermat, pidato, asmaul husna, dan tartil Alquran. Alhamdulillah dapat juara dan bahkan yayasan kami dapat juara umum,” ujarnya.
Sodiq mengaku berterima kasih kepada Pemdes Kareng Kidul, yang telah mengadakan acara cukup besar dan meriah. Baik lomba jasmani maupun rohani. “Acara ini dapat dikatakan turut mencerdaskan para peserta didik kami. Semoga acara ini dapat dilaksanakan kembali tahun depan,” ungkapnya.
Pada malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW., Pemdes Kareng Kidul, mengadakan acara hadrah dan tumpengan. Dihadiri oleh sekitar 400 warga dan sejumlah tokoh penting, seperti Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Probolinggo, Saniwar. Serta, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis.
“Setelah hadrah dan doa bersama, tumpeng yang disediakana dimakan bersama. Acara ini juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturrahim antar masyarakat,” ujar Suladi. (gus/rud/*)
Bangun Infrastruktur, Tingkatkan Kesejahteraan
PEMERINTAH Desa Kareng Kidul terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa (DD). Desa dengan jumlah penduduk sekitar 900 kepala keluarga (KK) ini, mayoritas dihuni buruh tani, petani, pelaku UMKM, dan pedagang.
Potensi hasil pertanian di Kareng Kidul, cukup beragam. Warga menanam cabai kecil, cabai besar, jagung, bayam, kacang tanah, hingga tomat. Tak hanya itu, buah-buahan seperti pepaya, melon, semangka, dan blewah juga banyak dibudidayakan masyarakat.
Pada tahap pertama penyaluran DD, Pemdes Kareng Kidul membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Petung RT 04/RW 03 dengan ketinggian satu meter. Kepala Desa Kareng Kidul Suladi mengatakan, pembangunan TPT dilakukan untuk memperkuat badan jalan yang sering dilalui kendaraan berat.
“Dengan adanya TPT, jalan lebih aman dan tidak mudah ambles. Hal ini tentu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat melintas,” ujarnya.
Selain pembangunan TPT, Pemdes juga merealisasikan program pembangunan tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Petung RT 04, RT 02 dan RT 01/RW 03. Penerima manfaat program ini warga yang sebelumnya belum memiliki rumah sendiri dan masih menumpang di rumah orang tua.
“Sebagian besar penerima bantuan bekerja sebagai buruh tani. Kami berharap dengan adanya rumah baru, kehidupan mereka bisa lebih layak dan nyaman,” kata Suladi.
Salah satu penerima bantuan, Ilyasin, 45, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat. Melalui anaknya, Asmaul Hoiriyah, 23, ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemdes. “Alhamdulillah, sekarang lebih nyaman tinggal di rumah sendiri. Kami sekeluarga senang dan bersyukur,” ungkap Asmaul.
Pada tahap kedua, Pemdes Kareng Kidul melanjutkan pembangunan jalan di Dusun Petung RT 02/RW 03. Jalan sepanjang 140 meter dengan lebar 3 meter ini diaspal. Jalan ini merupakan akses utama masyarakat menuju pasar, sekolah, maupun lahan pertanian. Sebelumnya, kondisi jalan mulai rusak dan berlubang, sehingga perlu segera diperbaiki.
“Karena fungsinya sangat vital, jalan ini kami prioritaskan untuk diperbaiki. Setelah diaspal ulang, masyarakat merasa lebih nyaman dan berterima kasih,” jelas Suladi.
Melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan ini, Pemdes Kareng Kidul berharap kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, serta aktivitas ekonomi dan sosial warga dapat berjalan dengan lebih baik. (gus/rud/*)
Kembangkan Peternakan Domba Texel
PEMERINTAH Desa Kareng Kidul, terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, Pemdes juga fokus pada bidang ketahanan pangan dan kesehatan warga.
Dalam bidang ketahanan pangan, Desa Kareng Kidul mengembangkan peternakan domba texel melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kepala Desa Kareng Kidul Suladi mengatakan, pemilihan jenis domba texel dilakukan karena memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan domba lokal. Cara perawatannya relatif mudah dan tidak jauh berbeda dengan domba pada umumnya.
“Perawatannya sama seperti domba biasa. Namun, dari sisi harga, domba texel memiliki nilai ekonomi lebih baik sehingga berpotensi mendatangkan keuntungan bagi desa,” terangnya.
Kini jumlah domba yang dipelihara sudah mencapai puluhan ekor. Ke depan, program ini diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD). Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengelola, tetapi juga seluruh warga desa.
Di bidang kesehatan, Pemdes Kareng Kidul rutin menggelar kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat mulai dari balita, ibu hamil, hingga warga lanjut usia (lansia). Tujuannya, untuk memastikan kondisi kesehatan warga sekaligus mencegah potensi terjadinya stunting di tingkat desa.
“Untuk ibu hamil, kami lakukan pemeriksaan kandungan. Balita dipantau perkembangannya, sementara lansia menjalani pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, dan tensi. Jika ada hasil yang perlu penanganan lebih lanjut, kami rujuk ke Puskesmas Wonomerto,” jelas Suladi. (gus/rud/*)
Editor : Ronald Fernando