PROBOLINGGO, Radar Bromo –Mantan Wali Kota Probolinggo HM. Buchori, berpulang ke Rahmatullah, Senin pagi (15/9) jelang subuh. Jenazah almarhum langsung dimakamkan pagi itu juga di tempat pemakaman umum (TPU) Muslim Brantas Kota Probolinggo dengan diantar ribuan petakziah.
Buchori yang menjabat Wali Kota Probolinggo periode 2004–2014 itu, meninggal di usia 71 tahun.
Dia mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Senin (15/9) pukul 03.00.
Jenazah lantas dibawa pulang ke rumah putra pertamanya, Indi Eko Yanuarto di Jalan Raya Bromo KM 5, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ribuan petakziah berdatangan ke rumah duka.
Termasuk Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Forkopimda. Hadir juga Pj. Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, hingga sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo.
Begitu mendengar kabar Buchori wafat, Aminuddin langsung menunda seluruh agenda kegiatannya hari itu untuk takziah.
Ia mengatakan, dirinya atas nama pribadi, pemerintah, dan seluruh masyarakat Kota Probolinggo menyampaikan duka cita yang mendalam.
”Kami semua kehilangan sosok yang sangat berjasa dan menjadi teladan bagi banyak orang di Kota Probolinggo ini,” ucapnya.
Sekitar pukul 09.00, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Al-Buchori yang ada di sebelah utara rumah duka.
Ketua Rois Syuriah PCNU Kota Probolinggo KH. Abdul Wahid menjadi imam salat jenazah.
Begitu salat jenazah dilakukan, mayoritas petakziah ikut menyalatkan. Termasuk Habib Hadi Zainal Abidin, Wali Kota Probolinggo periode 2019-2024.
Mereka memberikan penghormatan terakhir sejak di rumah duka, hingga ke pemakaman di TPU Makam Muslim Brantas.
Tidak hanya dihadiri para pejabat. Pemakaman almarhum Buchori juga dihadiri oleh warga biasa, sahabat, kerabat, teman seperjuangan, dan keluarga. Mulai dari rekan kerjanya selama bekerja di PT KTI, pensiunan ASN, hingga buruh.
Sampai di TPU, jenazah almarhum dimakamkan tepat di samping makam sahabatnya, Lukman Tjahjo.
Sesuai wasiat almarhum sebelum meninggal. Lukman juga dikenal sebagai rekan seperjuangan Buchori selama aktif di PDI Perjuangan.
Dia bahkan sempat menjadi Dewan Pertimbangan DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo.
Rohmatul Ikrom yang dikenal sebagai sopir pribadi Buchori mengatakan, wasiat itu disampaikan Buchori sebelum sakit. Dia minta agar saat meninggal nanti dimakamkan di samping makam sahabatnya itu.
Awalnya, menurut Ikrom, Buchori sempat berpesan untuk dimakamkan di samping ibunya.
Namun, tidak memungkinkan karena lokasinya sempit. Akhirnya, dia minta dimakamkan di samping makam sahabatnya.
”Berwasiat ingin dimakamkan di samping Pak Lukman Tjahjo, waktu almarhum masih sehat. Waktu almarhum sudah sakit, tidak ada obrolan lagi,” terangnya saat ditemui di lokasi pemakaman.
Selama proses pemakaman, Indi menurunkan jenazah almarhum ke liang lahat.
Putra pertama almarhum itu juga melantukan azan saat proses pemakaman. Sedangkan yang membacakan talqin dan doa atau mulaqqin yaitu KH. Muhammad Hanif asal Jrebeng Lor, Kecamatan Wonoasih.
Tampak Hj. Rukimini, mantan Wali Kota Probolinggo yang juga istri almarhum Buchori beserta anak-anaknya. Termasuk Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, putri kedua almarhum. Ia terlihat terus menangis selama proses pemakaman. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi