Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Kerja, Karyawati asal Tegalsiwalan Dibegal di Jalan Ir Sutami Wonoasih Probolinggo: Diancam Celurit, Scoopy Raib

Inneke Agustin • Minggu, 14 September 2025 | 04:45 WIB

 

TKP BEGAL: Lokasi jalan Ir Sutami, kota Probolinggo, tempat karyawati asal Tegalsiwalan dibegal
TKP BEGAL: Lokasi jalan Ir Sutami, kota Probolinggo, tempat karyawati asal Tegalsiwalan dibegal

PROBOLINGGO, Radar Bromo –Aksi pembegalan kembali terjadi di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Kedunggalen, Wonoasih, Kota Probolinggo.

Jumat (12/9) malam, seorang perempuan pekerja pabrik pengolahan ikan, dibegal sepulang kerja.

Korban adalah Jumhariyati, 45, warga Desa Sumberbulu, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Akibat kejadian ini, motor Honda Scoopy warna abu-abu miliknya raib dibawa kabur pelaku.

Jum, sapaan akrabnya, menuturkan, sekitar pukul 22.00 ia baru saja pulang dari pabrik.

Saat itu ia mengendarai motor dari barat ke timur dengan kecepatan sedang. Kondisi jalan sepi dan ia melintas seorang diri.

Awalnya, Jum tidak menyadari sedang dibuntuti. Sesampainya di lokasi kejadian, sebuah motor yang dikendarai dua pria tiba-tiba menyalipnya dari sisi kanan.

Tanpa peringatan, motor Jum langsung ditendang hingga ia oleng dan terjatuh ke sisi kiri jalan.

“Motor saya roboh, tapi posisi masih menyala karena kuncinya belum saya cabut. Saya takut, wajah pelakunya juga tidak terlihat jelas. Mereka pakai helm, masker dan jaket serba hitam,” ungkapnya.

Jum menduga pelaku berusia sekitar 35 tahun. Yang mengendarai motor berpostur tinggi, sementara yang dibonceng lebih pendek.

Pelaku yang dibonceng kemudian turun, mendirikan motor milik Jum. Sementara rekannya tetap siaga di atas motor.

Saat itu Jum sempat berteriak meminta pertolongan. Namun, ia langsung diancam dengan senjata tajam.

“Dia mengacungkan celurit ke arah saya dan bilang kalau saya teriak lagi, saya bakal dibunuh. Karena takut, saya suruh dia bawa saja motor saya. Saya pasrah daripada terluka,” kenangnya.

Pelaku kemudian membawa kabur motor tersebut ke arah selatan. Baru setelah itu, warga sekitar berdatangan memberikan pertolongan.

Beberapa warga sempat berusaha mengejar pelaku, tetapi tidak berhasil.

“Akhirnya saya diantar pulang oleh warga,” kata Jum yang juga menjabat sebagai Ketua RT di lingkungannya.

Akibat pembegalan itu, Jum mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. pinggang dan punggungnya juga terasa sakit karena jatuh. Meski begitu, ia memilih tidak melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

“Kalau laporan harus riwa-riwi. Saya ikhlaskan saja. Semoga ada gantinya yang lebih baik,” ujarnya pasrah. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Wonoasih #Dibegal #celurit #scoopy #jalan ir sutami #probolinggo #begal