PROBOLINGGO, Radar Bromo – Diah Agustina, 50, sebenarnya sedang berjaga di toko kelontong miliknya di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kanigaran, Kota Probolinggo.
Namun, dia tidak sadar seseorang mencuri beras satu sak berukuran 10 kilogram di tokonya.
Diah baru sadar berasnya dicuri, sesaat setelah pulang dari mengantarkan suaminya kerja ke Bali, Jumat (5/9) lalu. Saat itu, korban ingat punya stok beras 10 kilogram.
“Memang tinggal satu karung itu, karena belum kulak. Saya cari kok tidak ada. Saya tanya anak saya, katanya tidak ada yang beli selama saya ke Bali. Akhirnya saya minta cek CCTV di toko,” tuturnya.
Benar saja, dari rekaman CCTV diketahui ada seorang lelaki yang menggondol beras tersebut, Jumat (29/8) sore.
Lelaki itu langsung masuk ke toko, kemudian melihat kondisi sekitar. Setelah itu, langsung mengambil satu sak beras di toko.
Jumat (5/9), Diah lantas menyebarkan video tersebut ke grup internal RT/RW setempat. Ternyata, videonya direspon terduga pelaku, AF.
Dia tidak lain warga setempat. Namun, beda RW. Terduga pelaku beserta keluarga datang ke rumah Diah untuk meminta maaf dan mengganti rugi sekarung beras yang dicuri.
“Saya share pagi pukul 08.00 dan jam 09.30 pelaku ke sini mau minta maaf. Ya saya maafkan, asal jangan diulangi lagi. Dia juga mau mengganti rugi, tapi uangnya hasil pinjam katanya. Akhirnya saya tolak. Mana katanya dia tidak bekerja, sementara anaknya tiga,” ungkapnya.
Diah juga memilih tidak melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Sebab, yang dicuri hanya sekarung beras.
“Anggap saja sedakah. Tapi jangan diulangi, khawatir kalau diulangi kemudian ketangkap massa dan massa geram. Nantinya beda cerita,” tutupnya.
Memang, Diah sengaja memasang CCTV di warungnya. Sebab, sudah dua kali ia kecurian. Pada Agustus ia kehilangan satu tabung gas elpiji melon. Kini, giliran satu sak beras.
“Di lain sisi karena memang tidak ada yang standby di depan, kalau dulu ada orangtua saya. Orang tua sudah meninggal, jadi kami inisiatif pasang CCTV,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi