KANIGARAN, Radar Bromo-Beredarnya kabar percobaan penculikan pada salah satu siswa SDN Kanigaran 6 Kota Probolinggo, disikapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.
Hari ini, Kamis, (11/9) Disdikbud setempat menyurati kepala sekolah di wilayahnya. Baik itu sekolah negeri maupun swasta. Untuk jenjang SD dan SMP sederajat.
Surat itu berisi imbauan, agar pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penipuan dan penculikan anak sekolah.
Surat itu menyebut, bahwa pihak Disdikbud telah menerima adanya laporan percobaan penculikan pada salah satu anak didik.
“Sehubungan dengan adanya beberapa laporan kasus penipuan dan percobaan penculikan terhadap anak usia sekolah di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota,” begitu bunyi dari surat tersebut.
Atas dasar laporan itu, pihak disdikbud pun meminta sekolah di wilayahnya untuk lebih waspada.
“Bersama ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menghimbau kepada seluruh Satuan Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Probolinggo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap murid selama berada di lingkungan sekolah,” begitu lanjut surat tersebut.
Surat itu juga menyertakan beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan pihak sekolah. Yakni:
- Memperketat akses keluar-masuk sekolah. Serta pengawasan terhadap murid. Terutama pada jam belajar, jam istirahat, dan jam kepulangan sekolah;
- Memastikan murid tidak pulang sendirian tanpa sepengetahuan orang tua/ pihak sekolah. Terutama bagi murid kelas rendah;
- Menghimbau dilakukannya antar-jemput murid oleh orang tua/ wali murid atau pihak lain yang sudah mendapat kuasa resmi dari orang tua/wali murid;
- Melakukan koordinasi dengan orang tua/wali murid untuk turut melakukan pengawasan terhadap aktivitas putra/putrinya. Khususnya yang berkendara sepeda/sepeda listrik;
- Memberikan sosialisasi dan edukasi kepada murid agar meningkatkan kewaspadaan dan kehatian-hatian (tidak mudah percaya) jika ada orang tidak dikenal yang mengajak atau meminjam kendaraannya dan cara bersikap apabila berhadapan dengan orang yang tidak dikenal;
- Mengaktifkan peran Sekuriti/ Guru piket di pintu gerbang sekolah pada jam masuk dan pulang sekolah;
- Menjalin komunikasi dan sinergi yang positif dengan masyarakat dan pihak lain yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan sekitar sekolah untuk turut memantau serta menjaga murid, khususnya pada saat keberangkatan dan kepulangan sekolah;
- Upaya lain yang dianggap perlu untuk mengantisipasi kejadian penipuan dan penculikan terhadap anak usia sekolah.
Adapun apabila terjadi upaya penipuan atau penculikan terhadap murid, Satuan Pendidikan segera meyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kantor Kepolisian terdekat serta membuat kronologi kejadian untuk mempermudah penanganan.
Seperti diberitakan Radar Bromo sebelumnya, kabar penculikan siswa SD kembali merebak di Kota Probolinggo. Itu setelah RF, 12, seorang siswa SDN Kanigaran 6 Kota Probolinggo, mengaku hendak diculik orang tak dikenal.
Dugaan penculikan itu terjadi Selasa (9/9) siang saat korban pulang sekolah, pukul 12.15. Saat melintas di Jalan Wali Kota Gatot, RF tiba-tiba dihampiri tiga lelaki mencurigakan.
Mereka mengendarai dua sepeda motor dari arah utara. Dua orang boncengan dan satu lagi berkendara sendiri. Begitu dekat, mereka lantas memepet korban dari belakang.
Tiba-tiba, seorang lelaki yang dibonceng menarik tangan kanan RF dan berusaha mengajaknya ikut. Sembari berkata, “Ayo Naik.”
Merasa tidak kenal, RF pun menolak. Dia melawan dengan berusaha menggigit tangan terduga pelaku. (mie)
Editor : Muhammad Fahmi