PEMBANGUNAN berkelanjutan menjadi komitmen Pemerintah Desa/Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan ketahanan pangan saat ini menjadi prioritas.
Infrastruktur menjadi salah satu target pembangunan Pemerintah Desa Tegalsiwalan.
Terdapat belasan ruas jalan yang ada di desa, tapi belum seluruhnya memiliki kondisi yang layak. Sehingga kurang nyaman untuk dilintasi.
Kondisi jalan yang kurang nyaman, terjadi imbas minimnya anggaran. Kondisi jalan yang belum terjamah pembangunan atau telah rusak ini, kerap dikeluhkan oleh masyarakat desa.
“Kami berkomitmen melakukan pembangunan secara berkelanjutan. Masih banyak jalan yang rusak, sehingga perlu dibenahi,” kata Kepala Desa Tegalsiwalan, Sutipan.
Pemerintah desa telah melakukan pemetaan ruas jalan yang perlu dibangun. Kemudian melakukan musyawarah dan perencanaan pembangunan, sesuai anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa.
Akhirnya diputuskanlah, tahun ini ada empat ruas jalan yang menjadi target pembangunan.
Ruas jalan tersebut meliputi jalan sepanjang 247 meter di RT 16/RW 3, Dusun Montok.
Kemudian jalan sepanjang 247 meter di RT 24/RW 4 Dusun Jurang Dalam.
Serta jalan sepanjang 75 meter di RT 7/RW 2 dan sepanjang 329 meter di RT 8/RW 2, Dusun Sumbermuning.
Keempat jalan tersebut, sebelumnya memiliki konstruksi aspal. Namun, karena sudah dibangun dalam jangka waktu yang lama, sehingga rusak termakan cuaca dan waktu.
Hal ini membuat jalan setempat, perlu dilakukan pengaspalan ulang agar kondisinya lebih nyaman.
“Kami lakukan pengaspalan, karena lebih cocok. Saat ini, semuanya sudah terealisasi. Dan telah digunakan oleh warga, untuk melakukan aktivitas sehari-hari,” bebernya.
Sutipan menuturkan, jalan yang saat ini sudah diaspal tersebut, memiliki beberapa fungsi. Mulai dari akses menuju pertanian.
Di mana masing-masing ruas jalan, bisa menjangkau belasan hektare lahan pertanian.
Selain itu, jalan juga menjadi akses menuju pemukiman penduduk yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga.
Dengan kondisi jalan yang nyaman, bukan hanya memperlancar dan membuat nyaman aktivitas warga.
Tetapi juga, dapat mempercepat proses pengangkutan hasil panen. Sehingga dapat mendongkrak ekonomi warga desa.
“Jalan banyak fungsinya. Jika jalan sudah nyaman, maka aktivitas dan roda perekonomian warga bisa lebih baik,” tandasnya.
Perkuat Bahu Jalan dengan TPT
Kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tegalsiwalan.
Hal inilah yang menjadi pertimbangan pemerintah desa, untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur.
Nantinya, realisasi akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Tegalsiwalan, Sutipan, mengatakan pemerintah desa telah memetakan kondisi infrastruktur.
Baik yang belum dibangun, sudah bangun tetapi masih memerlukan peningkatan kualitas, dan infrastruktur yang belum tersentuh pembangunan.
Terbatasnya anggaran yang dimiliki, mengharuskan pemerintah desa lebih bijak merencanakan dan merealisasikan pembangunan.
Agar hasil pembangunan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Anggaran terbatas. Sementara masih banyak infrastruktur yang perlu dibangun. Untuk tahun ini, kami juga membangun Tembok Penahan Tanah (TPT),” katanya.
Pemerintah Desa Tegalsiwalan telah merencanakan pembangunan TPT di 4 lokasi. Meliputi 3 TPT di Dusun Krajan, masing-masing titik memiliki volume panjang 125 meter, tinggi 80 sentimeter di RT 3/RW 1. Lalu bervolume panjang 25 meter, tinggi 90 sentimeter dan panjang 30 meter, tinggi 70 sentimeter di RT 1/RW 1, Dusun Krajan.
Serta bervolume panjang 43 meter, tinggi 100 sentimeter di RT 8/RW 2, Dusun Sumbermuning.
Lokasi yang dipilih untuk membangun TPT, berada tepat di tepi ruas jalan antar dusun dan beberapa titik berada dekat dengan irigasi.
Tepi jalan tersebut, memiliki tinggi berbeda. Ruas jalan posisinya lebih tinggi dibandingkan dengan tepi jalan.
Kondisi demikian terjadi, lantaran tepi jalan merupakan lahan kosong. Sehingga saat hujan, air dapat menggerus tepi jalan.
Bukan hanya itu, ruas jalan yang memiliki beda tinggi tersebut, juga berpotensi ambrol saat dilintasi oleh kendaraan roda empat.
“TPT dibangun sebagai penguat bahu jalan. Jika dibiarkan, maka ruas jalan akan terkikis dan mudah ambrol. Hal ini akan berdampak dalam jangka panjang juga akan mengurangi lebar jalan,” terangnya.
Targetkan Lima Rumah Lebih Layak
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turut menjadi perhatian Pemerintah Desa Tegalsiwalan.
Karenanya, sasaran pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa, adalah membangun hunian warga yang kondisinya sudah tidak layak, menjadi lebih nyaman untuk ditempati.
Namun, tidak sembarang rumah yang menjadi target pembangunan. Rumah yang menjadi sasaran pembangunan, adalah warga yang telah memenuhi syarat.
Meliputi kondisi rumah semi permanen, kondisinya sudah rusak, dihuni oleh janda, lansia, atau warga pra sejahtera.
Dengan keterbatasan kemampuan ekonomi, warga hanya mampu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.
Serta tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau membangun ulang rumah yang sudah jauh dari kata layak.
Oleh sebab itu, pemerintah desa hadir untuk meringankan beban warga dan membangun RTLH.
“Sebelumnya kami telah memetakan rumah yang sudah tidak layak dan penghuninya memang benar-benar layak untuk dibangunkan RTLH. Tahun ini, ada 5 unit RTLH yang rencananya kami bangun. Baru 1 unit yang baru terealisasi,” ucap Kepala Desa Tegalsiwalan, Sutipan.
Rencana lainnya yang juga akan direalisasikan tahun ini, adalah mewujudkan program ketahanan pangan.
Setelah mempertimbangkan kondisi geografis dan sumber daya manusia yang ada, ketahanan pangan pada sektor pertanian akan dijalankan.
Bahkan untuk menyukseskan program ini, pemerintah desa telah menyediakan anggaran sebesar Rp 239 juta.
Anggaran tersebut, nantinya akan digunakan untuk pengadaan unit usaha dan operasional sejak dirintis sampai dengan panen.
“Untuk ketahanan pangan, kami sudah merencanakan pertanian padi. Pengelolaannya nanti, oleh BUMDes Siwalan Mandiri. Segera kami realisasikan,” bebernya.
Sektor kesehatan masyarakat, juga menjadi perhatian pemerintah desa.
Karenanya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa, dilaksanakan melalui kegiatan Posyandu. Sasarannya adalah balita, ibu hamil, dan lansia.
Setiap pelaksanaannya, Bidan dan Kader Posyandu menyiapkan PMT dengan menu yang cukup bervariasi.
Begitu pula saat kegiatan Posyandu lansia dan ibu hamil. Dalam kegiatan Posyandu, juga dilakukan pengecekan kesehatan.
Kegiatan dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah adanya penyakit berbahaya dalam tubuh. Deteksi dini perlu dilakukan agar gejala penyakit dapat segera diobati.
“Posyandu kami laksanakan secara rutin bergantian di semua dusun. Harapannya, nanti bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” paparnya. (ar/one)
Editor : Jawanto Arifin