KANIGARAN, Radar Bromo- Pernyataan Lurah Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Ikromi Wida Utama ketika menyampaikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad dan Santunan Anak Yatim, menjadi perhatian banyak pihak.
Lurah melontarkan pernyataan kontroversial dan mengajak masyarakat tidak percaya terhadap media.
Dalam acara Maulid Nabi, Sabtu (6/9) malam, Ikromi menyebut media hanya mengejar keuntungan pribadi. Serta, menjadi biang keresahan publik.
“Karena media ini hanya untuk mencari keuntungan pribadi dan merugikan beberapa pihak. Misalnya, Pak RW beli mobil di-posting dan ada berita diberi tulisan ketua RW beli mobil baru dari hasil kotak amal masjid," beber Ikromi Wida.
"Di media itu banyak sekali yang seperti itu. Bahkan, saat demo kemarin, muncul berita TNI dekat dengan masyarakat, polisi ke mana? Ini digoreng-goreng,” ujar Ikromi, ketika berpidato.
Viralnya video ini menjadi perhatian serius Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo. Pihaknya melakukan pembinaan dan meminta yang bersangkutan membuat pernyataan klarifikasi dan permintaan maaf.
“Saya klarifikasi dulu ke lurahnya. Saya minta buat pernyataan klarifikasi. Yang dimaksud yang bersangkutan media sosial,” ujarnya.
Ikromi juga langsung membuat video klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf. Katanya, pernyataannya dalam sambutan tidak bermaksud merendahkan atau menjatuhkan awak media.
Terutama para wartawan yang telah menjadi mitra dalam pembangunan dan pengembangan informasi yang berimbang pada masyarakat.
“Saya sangat menghargai peran media sebagai pilar demokrasi dan kontrol konstruktif,” ujarnya.
Ia mengaku dalam sambutannya, mengajak masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Terutama dalam situasi sosial sensitif seperti yang terjadi di beberapa kota besar.
Hal itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap ketenteraman dan kerukunan warga. Bukan termasuk bentuk tudingan terhadap profesi jurnalis atau wartawan.
“Saya menyadari ungkapan saya dapat menyebabkan kesalahpahaman. Untuk itu, saya dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung," aku Ikromi.
"Semoga klarifikasi ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dan insan media dalam menjaga stabilitas transparansi dan kepercayaan publik,” harapnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando