PROBOLINGGO, Radar Bromo-Puluhan jemaat Kelenteng Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga tampak sibuk, Sabtu (6/9) siang.
Mereka akan memperingati hari bertahtanya Dewa tuan rumah sekaligus melaksanakan sembayang arwah tak terurus atau Bo To atau Rebutan.
Ketua II Kelenteng TITD Sumber Naga, Erfan Sujianto mengatakan bahwa hari itu merupakan tanggal 15 bulan 7 di Penanggalan Imlek dimana merupakan hari bertahtanya Dewa Kongco Tan Hu Cin Jin.
“Terhitung mulai tahun 1865 beliau bertahta di klenteng ini, sehingga tahun ini usianya genap 160 tahun,” katanya.
Kebetulan hari tersebut juga bertepatan dengan salah satu hari besar bagi etnis Tionghoa.
Yakni hari raya para hantu dimana puncaknya diperingati dengan sembayang arwah tak terurus atau Bo To atau Rebutan.
Prosesi ini dilakukan pada pukul 13.00. Dimulai dengan membaca doa di pintu gerbang Kelenteng dan membunyikan lonceng sambil berjalan mundur.
“Ini artinya kami sedang menggiring para arwah-arwah tersebut untuk masuk dan makan. Di dalam sudah kami sediakan sesajen di meja khusus mereka. Bukan hanya itu, kami juga mengadakan pertunjukan wayang potehi yang digelar malam hari mulai pukul 19.00 hingga 21.00 selama 1,5 bulan,” tutur Erfan.
Dalam hari besar ini, Erfan mengungkapkan bahwa umat TITD Sumber Naga berdoa untuk kesejateraan diri masing-masing serta negara.
“Semoga lancar rezekinya dan sehat selalu. Kemudian mengingat kondisi Indonesia yang seperti sekarang, kami juga berdoa agar negeri ini selalu damai. Terutama di Kota Probolinggo agar selalu kondusif, rakyatnya rukun, dan selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi