SUMBERASIH, Radar Bromo- Apa yang tidak bisa dilakukan oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar)? Tak hanya soal api, masalah sapi mengamuk juga bisa ditangani. Seperti dilakukan Tim Damkar Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/9) siang.
Mereka mengevakuasi sapi milik Ahmad, 35, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih. Kala itu, Ahmad berniat memandikan sapinya di sungai. Namun, tiba-tiba sapi memberontak dan tali kekangnya lepas dari genggaman.
Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, sapi jantan jenis limousin itu kabur menyusuri jalan desa. Sekitar 100 meter, ada seorang pengendara motor yang melintas.
“Sapi itu menabrak pemotor ini. Untungnya, pemotor sudah turun dulu dan meninggalkan motornya. Cuma lampu depan motornya pecah karena diseruduk. Orangnya selamat, tidak terluka,” terangnya.
Setelah itu, sapi kabur ke arah parit. Dan, akhirnya terperosok. “Yang terperosok hanya sebagian badannya. Hanya kaki belakang sampai perut. Kepala dan kaki depan masih ada di daratan,” tutur Danang.
Ahmad sempat berupaya menarik sapinya keluar dari parit. Meski usia sapi masih tergolong muda, hanya 9 bulan. Namun, bobotnya cukup berat untuk ditarik.
“Sekitar sejam pemilik berupaya mengeluarkan sapinya. Tapi nihil, dia khawatir sapinya kepanasan nantinya malah mati. Akhirnya, minta bantuan kami,” katanya.
Sekitar pukul 12.32, Tim Damkar mendapatkan laporan dan segera merapat. Danang mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi dengan bantuan tripod.
“Perutnya kami pakaikan tali sabuk kemudian kami angkat menggunakan bantuan tripod. Baru sekitar pukul 13.23, sapi bisa kami tarik keluar dari parit,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando