PROBOLINGGO, Radar Bromo –Sejumlah tokoh agama dan pemangku kebijakan di Kota Probolinggo sepakat memperkuat sinergi. Sekaligus meneguhkan komitmen menjaga suasana damai dan kondusif di Kota Probolinggo.
Komitmen ini diperkuat dalam kegiatan Silaturahim Kebangsaan bersama Forkopimda, Kamis (4/9) malam.
Silaturahim digelar Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo menyikapi dinamika sosial politik yang berkembang di Indonesia, beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, KH. Muhammad Shulthon menekankan pentingnya peran ulama sebagai mitra pemerintah dan pembimbing umat.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Ini merupakan salah satu bentuk khutbah kami, di mana ulama hadir tidak hanya di mimbar, tetapi juga ikut menjaga kebangsaan. Kami berharap suasana tetap sejuk, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Senada, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak perpecahan ataupun aksi-aksi anarkis lainnya. Seperti yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini.
“Mari bersama memperkuat doa dan ikhtiar, sehingga tercipta bangsa yang damai, religius, dan berdaya saing. Jangan mudah terprovokasi, hingga malah menghancurkan bangunan yang notabenenya dibangun menggunakan uang rakyat juga,” tambahnya.
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri menyepakati hal itu. Menurutnya, peran tokoh agama sangat membantu Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan.
Ia menilai, komunikasi yang terjalin selama ini sangat efektif untuk mencari solusi bersama dalam menghadapi situasi yang dinamis.
“Terima kasih atas kerjasama seluruh stakeholder. Masukan dan saran dari seluruh pihak sangat berarti bagi penyempurnaan tugas kami. Polri berkomitmen menjaga kondusifitas kota sampai kapan pun,” tegasnya.
Sementara Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Arh Iwan Hermaya mengingatkan kembali bahwa peran ulama terbukti penting sejak masa pra-kemerdekaan hingga sekarang.
Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan terus menjaga persatuan.
“Beberapa daerah sempat muncul percikan konflik, tapi Alhamdulillah Kota Probolinggo tetap aman. Mari kita bahu membahu menjaga kerukunan dan situasi kondusif ini,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi